Pemkab Tuba Bentuk Tim Percepatan Vaksinasi, Dinkes Agendakan Rapid Tes ke Sekolah

24

MENGGALA – Dari 345.531 orang warga Tulangbawang (Tuba) yang menjadi sasaran program vaksinasi Covid-19, hingga 4 November 2021 progres vaksinasi dosis pertama mencapai 63 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulangbawang Fatoni menjelaskan, pemerintah terus berupaya mempercepat pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.

Terlebih, pada Desember mendatang Pemkab Tulangbawang menargetkan 100 persen sasaran vaksinasi telah tervaksin dosis pertama.

Dengan terus mengebut progam vaksinasi, pemerintah daerah berharap bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Serta, terciptanya herd immunity.

Sasaran vaksinasi dimulai dari anak usia 12 tahun, sampai warga yang sudah lanjut usia (lansia).

Sementara, sasaran vaksin dosis ketiga untuk tenaga kesehatan sebanyak 1.740 orang dan sampai dengan 4 November 2021, capaian vaksin dosis pertama di Tulangbawang sebanyak 199.851 orang atau telah 63 persen.

Untuk vaksin dosis kedua sebanyak 60.016 orang atau 17 persen.

Sementara, untuk dosis ketiga khusus nakes sekitar 1.058 orang atau 61 persen. Sehingga total capaian vaksinasi Tulangbawang saat ini sebanyak 260.925 jiwa.

Untuk mencapai target 100 persen, Pemkab Tulangbawang saat ini masih membutuhkan 430.137 dosis vaksin.

Sampai dengan 4 November 2021, Dinas Kesehatan mencatat jumlah warga yang belum divaksin sebanyak 145.680 orang dosis pertama dan 285.515 dosis kedua.

BACA JUGA:  Dinas PRKP Melakukan Sosialisasi Pendataan Rumah Tidak Layak Huni

Untuk mencapai target vaksinasi, Pemkab Tulangbawang juga telah membentuk tim percepatan vaksinasi yang terdiri dari gabungan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

Pada bagian ini, Dinas Kesehatan juga mengagendakan rapid tes acak ke sekolah-sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan para peserta didik aman, serta terhindar dari Covid-19 saat mengikuti PTM.

“Alhamdulillah, sejauh ini belum ada kasus terbaru dan laporan Covid-19 terkait PTM,” kata Fatoni Minggu (7/11).

Meski begitu, pihaknya tidak ingin terlena. Dalam waktu dekat, Diskes dijadwalkan juga akan melakukan rapid test ke sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan PTM.

“Jadi untuk sample akan diambil secara acak. Disitu nanti akan kelihatan apakah ada atau tidak kasus baru Covid-19 yang bersumber dari sekolah,”Kata Dia.

Jika ditemukan satu kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari pelaksanaan PTM, Bupati Tulangbawang Winarti akan mengeluarkan surat untuk menunda kembali PTM. Kegiatan belajar mengajar (KBM) akan kembali dilaksanakan secara daring. (Ian)