Kabid DLHD Tuba Meninggal Dunia, Diduga Akibat Covid-19

16
Fathoni Juru Bicara Satgas Covid-19 Tuba

Radartuba.com, TULANGBAWANG– Seorang ASN yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) meninggal dunia diduga akibat terpapar Covid-19.

Juru bicara Satgas Covid-19 Tuba, Fathoni Sabtu (27/2) mengatakan, pihaknya membernarkan hal tersebut, diketahui SA terpapar seusai mengadakan hajatan pernikahan anaknya.

“Benar pasien atas nama SA dinyatakan. meninggal dunia pada pagi tadi Sabtu (27/2) pukul 06.00 WIB tadi pagi, dimana SA meninggal di ruang isolasi RSUD Menggala,”ujar Fathoni.

Dia juga mengatakan, pada saat sebelum dilakukan perawatan di RSUD Menggala SA menunjukkan gejala demam dan sesak nafas tak lama setelah pesta pernikahan anaknya di Menggala.

“Pada saat itu terdapat gelaja sesak nafas dan demam, SA pun melakukan pengobatan ke dokter spesialis secara berkala,”Ujar Fathoni.

Dia juga mengatakan seusai melakukan pengobatan, keadaan SA tak membaik bahkan semakin parah, setelah itu akhirnya SA memutuskan untuk melakukan pengobatan ke RSUD Menggala untuk dan dilakukan swab PCR, Dan hasilnya positif Covid-19.

“Dari hasil pemeriksaan dan tes Swab RSUD Menggala, hasilnya positif, melihat hasil tersebut pihak rumah sakit Langsung melakukan diisolasi kepada SA, namun sayang pada pagi ini dikabarkan Bahwa SA meninggal dunia,”Ujar Fathoni.

BACA JUGA:  Pasca Idul Fitri, Angka Pernikahan Di Kecamatan Menggala Meningkat

Fatoni mengatakan nantinya Jenazah SA akan di makamkan siang ini dengan prosedur protokol kesehatan Covid-19, kita Sudah berkoordinasi dengan tim gugus tugas, dan Hari ini akan dimakamkan dengan protokol Covid atas persetujuan keluarga,” Kata Fathoni.

Fathoni juga mengatakan setelah melihat hal tersebut tim gugus tugas Covid-19 langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk mentracing siapa saja yang kontak erat dengan SA.

“Untuk pencegahan kami dari Tim Gugus depan pun melakukan Tracing kepada pihak keluarga dan semua orang yang pernah kontak dengan SA kita tracing,” kata Fathoni.

Dia juga menyatakan bahwa tracing tersebut dilakukan terhadap mereka yang sudah peenah kontak dengan SA dan sudah merasa bergejala diantaranya (demam, batuk pilek, dan sesak nafas).

Pihaknya juga berharap bagi siapapun yang sudah pernah kontak dengan SA dapat Segera koordinasi dengan Satgas atau petugas kesehatan, supaya segera diambil tindakan,” Kata Fathoni. (Ian)