Way Kiri Meluap, Petani Bantaran Sungai di Tubaba Rugi

43

Radartuba.com, TUBABA-Debit air Sungai Way Kiri yang melintasi Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus meningkat seiring semakin tingginya intensitas dan curah hujan belakangan ini. Bahkan di sejumlah titik, air sungai meluap hingga ke perkebunan singkong dan areal persawahan padi warga yang lokasinya berada di wilayah bantaran sungai.

Akibatnya, sejumlah petani singkong mengalami kerugian. Ada yang memaksa panen, namun rugi karena hasilnya tidak sesuai harapan, sebab singkong dipanen sebelum waktunya. Bagi mereka yang bertahan lantaran menunggu harga singkong mahal, justru tidak merasakan panen sama sekali karena perkebunannya terendam banjir.

“Ada yang sudah di panen walau harga murah, daripada tidak ada hasil sama sekali. Tapi, sebagian ada yang bertahan karena mereka masih berharap bisa dapat harga mahal, tapi sayangnya sudah keburu banjir datang jadi tidak sempat panen lagi. Yang jelas rugi mas,”cetus Antoni (40), warga Tiyuh Panaragan kepada Radar Tuba, Senin (22/02/21) pagi.

Terpisah, Rudi (47) yang juga petani singkong di wilayah setempat mengatakan, banjir memang jadi langganan setiap tahun, dan petani memang adu nasib ketika  menanam singkong di area bantaran sungai. Untuk menghindari kerugian yang besar, salah satu cara adalah panen singkong meski usia muda.

BACA JUGA:  Kakam Bujung Tenuk Kagungan Dalem Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

“Kalau sudah musim hujan mas, memang harus segera dipanen tak peduli usianya masih muda dan harganya murah. Kalau tidak maka akan terendam banjir. Bisa mas lihat sendiri air sudah merendam semua singkong yang ada di bantaran sungai. Ini saja belum seberapa naik airnya, kalau sudah pasti seperti lautan,”singkatnya.

Begitu juga dengan para petani padi sawah di sekitar bantaran sungai yang semakin cemas dengan kondisi debit sungai yang terus meningkat tersebut. Sementara, usia padi yang mereka tanam belum siap untuk dipanen. Mereka khawatir luapan air dalam waktu dekat masuk ke areal persawahan, dan jika itu yang terjadi maka harapan mereka untuk mendapatkan hasil dari panen padi tentu akan kandas.

“Kalau singkong sudah pada dipanen, jadi untuk disini tidak terkena dampaknya. Tapi masyarakat yang memiliki sawah yang mulai cemas melihat debit air yang semakin naik sedangkan padi mereka belum siap panen, rata-rata masih berumur 60 hari atau 2 bulan,”ungkap Ahmad Sari (33), warga Tiyuh Gedung Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Udik. (cw1/ded)