Pemkab Tuba akan Berlakukan Aturan Baru Terkait Pelarangan Hajatan Dimasa Pandemi

28

Radartuba.com, TULANG BAWANG -Dalam Waktu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang (Tuba) akan membelakukan aturan baru terkait dengan berbagai bentuk pelaksanaan Hajatan/Pesta pernikahan maupun Hajatan lainya baik siang maupun malam hari.

Hal ini dilakukan karena dinilai pesta pernikahan maupun berbagai bentuk hajatan menjadi salah satu tempat penyebab terjadinya penyebaran Covid-19, lantaran memicu kerumanan massa.

Hingga Januari 2021 terdapat 98 orang terkonfirmasi postif terpapar covid-19,dari jumlah tersebut, 5 orang meninggal dunia,15 masih menjalani isolasi sementara 78 sudah selesai isolasi.

“Memang tidak meningkat kita masih aman dibandingkan dengan kabupaten/kota lainya namun kita wajib waspada dengan disiplin mentaati protokol kesehatan, khususnya menghindari berbagai tempat keramaian seperti pesta pernikahan maupun hajatan-hajatan lainya,” ujar Fatoni selaku Kepala Dinas Kesehatan Tulang Bawang sekaligus ketua Satgas Covid-19, Rabu (27/1)

Menurut Fatoni,sebagai upaya memutus rantai penyebabaran Covid-19, pihaknya bersama gugus tugas telah memgadakan rapat internal guna membahas berbagai strategi terkait penekananan sebaran covid-19.

Diantaranya lanjut Fatoni yakni membahas tempat pemicu kerumunan atau keramaian yakni pelaksanaan pesta pernikahan dan berbagai bentuk pelaksnaan hajatan lainya.

BACA JUGA:  Pemkab Tuba Gelar Webinar UMKM dan Ekonomi Kreatif

“Nah kami sudah sepakat akan melakukan Evaluasi pelaksanaan pesta, kita tahu sejak Desember pesta tidak boleh dilaksanakan pada malam hari, hanya diperbolehkan siang itupun ada aturanya, alhamdulillah saya bersyukur tidak ada lagi warga yang melaksanakan pesta malam semua taat aturan, tetapi tetap pelaksanaan pesta siang akan dievaluasi,” tuturnya.

Fatoni juga mengatakan nantinya, evaluasi terhadap pelaksanaan pesta siang, diharapkan untuk lebih memaksimalkan kinerja tim gugus tugas dalam upaya memutus penyebaran Covid-19.

“Kita Menyakini Pesta adalah tempat berkumpulnya banyak orang, baik dari dalam maupun luar daerah sangat rentan menjadi tempat penyebaran, nah ini yang menjadi alasan kami kalau bisa Pesta baik malam maupun siang di tiadakan,atau dilarang,”kata dia.

Kendati demikian,pelarangan Pesta siang hari Baru sebatas wacana, dan akan dibahas lebih lanjut pada rapat besar tim gugus tugas Covid-19 Tuba.

“Untuk itu saya beeharap kepada semua pihak khususnya masyarakat jika benar-benar kita tulangbawang ingin bebas dari sebaran covid-19, kita harus mentaati aturan dengan Disiplin Protokol Kesehatan,”kata dia.(ian)