Dewan Penasehat PWI Mesuji Beri Penilaian Kinerja Jajaran Pemkab Mesuji

72

Radartuba.com, MESUJI-Buruknya akses informasi yang sulit didapat oleh para Wartawan yang ada di kabupaten Mesuji mendapat komentar pedas dari Dewan Penasehat Persatuan Wartawan Indonesia Mesuji (PWI) Perwakilan Mesuji, Juan Santoso Situmeang saat menghadiri agenda pertemuan antara Wartawan dan juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kabupaten Mesuji di aula dinas kesehatan Mesuji, Rabu (30/9).

” Kami para wartawan ini sering kesusahan untuk sekedar mendapat informasi, seharusnya seorang pejabat harus  siap kapan aja saat di tanya oleh wartawan  karena  status pejabat itu melekat, jadi bukan hanya mobil dinasnya aja yang melekat, ” kata Juan dihadapan Asisten II dan III dan kadiskes serta kabag Forkopim.

Tak hanya itu, jurnalia Rilis.id lampung ini juga memberi penilaian dengan poin dibawah standar atas beberapa kejadian yang diakibatkan oleh miss komunikasi antara wartawan dengan beberapa pejabat Pemerintah daerah Kabupaten Mesuji.

” Jika yang terbaik itu 10 maka komunikasi antara wartawan dan pejabat di Mesuji ini saatnini saya beri nilai 4, ini sebagai acuan agar kedepan kita kembali seperti dulu dengan poin 7 atau 8, ” terangnya.

BACA JUGA:  Duka Warga Tuba dan Mesuji Jelang Hari Raya Idul Fitri

Juan juga berharap bahwa adanya beberapa polemik yang sering terjadi akhir akhir ini dijadikan acuan agar kedepan para wartawan dipermudah akses untuk berkonfirmasi.

” Jadi kedepan saya berharap tidak ada lagi para pejabat yang susah untuk sekedar dimintai informasi, supaya jalinan komunikasi kita ini semakin baik dan berkesinambungan dengan berdasar kepada rasa cinta terhadap kabupaten Mesuji, ” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut Aisiten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Beddi SH mengatakan bahwa kedepan pihaknya akan segera mengambil sikap.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab), kami mohon maaf jika ada yang kurang selaras, Kami sangat menyadari,  apa yang dilakukan sahabat-sahabat media dalam beberapa hari terakhir sesungguhnya adalah bentuk kritik dan rasa  sayang yang sedang dicurahkan.” Paparnya.

Oleh karena itu, Bedi mengajak semua pihak untuk dapat saling memaafkan dan memulai pola komunikasi baru yang lebih tertata.

“Bagaimanapun, polemik yang sempat terjadi kemarin adalah akibat miskomunikasi di antara kita,” pungkasnya. (mis)