Sempat Tertunda Karena Covid-19, Latsar CPNS Formasi 2018 Akhirnya Digelar

37

Radartuba.com, TUBABA-Setelah satu tahun lebih menyandang status sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), akhirnya ratusan CPNS Formasi tahun 2018 Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) atau Prajabatan yang digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung di Bandar Lampung. Artinya, tidak lama lagi mereka akan diangkat menjadi ASN atau PNS ber-SK 100 persen, mengingat latsar merupakan salah satu syaratnya.

Kabid Pengadaan, Mutasi, dan Diklat pada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKD) Kabupaten Tubaba, Syahlan, SH, MM, mengatakan, latsar CPNS tersebut sebenarnya sudah direncanakan akan digelar awal tahun, namun karena terhalang pandemi Covid-19 terpaksa ditunda. “Tapi Alhamdulillah, sekarang sudah di era new nirmal, sehingga BPSDM memutuskan untuk menggelarnya,”ungkapnya mendampingi Kepala BKD Novian Priahutama, SE, MM, Senin (21/9/2020) sore.

Menurutnya, jumlah CPNS Formasi 2018 ada sebanyak 254 orang, terdiri dari 45 orang Golongan II dan 209 orang Golongan III, sedangkan untuk pelaksanaan latsar dilakukan bertahap.”Latsar Golongan II dimulai 31 Agustus lalu dan sekarang sudah selesai. Sementara yang masih berjalan saat ini adalah untuk CPNS Golongan III, yakni gelombang pertama dimulai 16 September, gelombang kedua 22 September, dan terakhir gelombang ketiga  akan dimulai 13 Oktober mendatang,”terangnya.

BACA JUGA:  Tim Kemenkes Lakukan Verifikasi, Pemkab Optimis Tubaba Meraih Swasti Saba Padapa

Menurutnya, latsar bagi CPNS tersebut berlangsung selama 51 hari, terbagi menjadi 18 hari on class dan 33 hari off class. Selama latsar, kata dia, seluruh CPNS akan mendapatkan pembekalan pengetahuan tentang dasar-dasar ilmu kepegawaian, wawasan kebangsaan, dan materi tentang kepegawaian lainnya.”Selain diklat, dalam latsar tersebut juga dilakukan evaluasi berupa ujian makalah,”tandasnya.

Pihaknya berharap, seluruh CPNS yang kini sedang menjalani latsar dapat fokus dan bersungguh-sungguh mengikutinya, sebab pembekalan yang diberikan selama latsar adalah ilmu dan pengetahuan penting kepegawaian untuk mewujudkan ASN yang profesional.”Setelah selesai latsar, baru kemudian dilanjutkan proses selanjutnya hingga mereka mendapatkan SK 100 persen PNS,”pungkasnya. (ded)