Meski Ditolak Warga, Taman Kehati Tetap akan Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

624
Lokasi Mes taman Kehati yang akan di jadikan tempat isolasi pasien Covid-19 yang masih menjadi pro kontra. Foto Misdi Radar Tuba

Radartuba.com, MESUJI-Meski masyarakat dari dua desa Mekar Sari dan Mekar Jaya, Kecamatan Tanjung Raya menolak Taman Kehati untuk dijadikan tempat isolasi Pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) namun Gugus tugas percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mesuji tetap akan memilih Mes Taman Kehati sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

“Meskipun masyarakat menolak tapi tetap kita akan menjadikan Mes taman kehati sebagai tempat isolasi dan ini sudah menjadi keputusan Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Mesuji,” jelas Camat Tanjung Raya, Komang Sutiaka SH., MM sekaligus Gugus tugas kecamatan melalui telepon selulernya, Jumat (17/9).

Komang menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir meskipun Taman Kehati dijadikan tempat Isolasi karena dalam protap penanganan pasien itu sudah diatur semua.”Jadi masyaakat gak usah kuatir ada penyebaran virus didekat lokasi karena Taman ke hati satu-satunya tempat yang dinilai aman dan tepat untuk tempat isolasi pasien Covid-19,”ungkapnya.

Komang menambahkan pihaknya akan  terus berupaya meyakinkan warga bahwa hal itu tidak perlu menjadi ketakutan warga. karena hanya disanalah tempat yang paling pas untuk menangani pasien covid-19, karena lokasi dan fasilitasnya sangat memadai.

“Pemkab Mesuji memilih Mes Taman Kehati sebagai tempat isolasi sudah melalui pertimbangan. Selain tempat dan fasilitasnya yang memadai, juga lokasinya  sudah dipagar keliling kita anggap adalah tempat yang paling strategis dan paling pas untuk menangani pasien covid-19,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Empat Tiyuh Persiapan Di Tubaba Segera Definitif

Diberitakan sebelumnya Kabar adanya aksi penolakkan masyarakat terkait rencana Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui Tim Gugus Tugas penanganan Percepatan Covid-19 yang akan menjadikan Mes Taman Kehati yang terletak di Desa Mekar Jaya, sebagai tempat untuk mengisolasi pasien yang terpapar virus Covid-19 masih menjadi polemik dikalangan masyarakat.

Hal itu disebabkan karena besarnya rasa ketakutan warga serta ketidak pahaman tentang penanganan dan kondisi pasien covid-19 yang butuh tempat memadai selama masa isolasi. Alhasil, sempat terjadi penolakan dari warga Desa Mekar Jaya dan Desa Mekar Sari yang khawatir tertular virus covid-19 jika wilayahnya dijadikan sebagai tempat isolasi pasien covid-19.

Kendati sudah dilakukan pertemuan antara pihak warga dengan Kepala BPBD dan Camat Tanjung Raya didampingi dari Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas Brabasan bersama Kepala Desa Mekar Jaya dan Mekar Sari serta Kapolsek Tanjung Raya guna melakukan musyawarah memediasi persoalan tersebut dengan puluhan masyarakat yang kumpul dibalai desa Mekar Jaya, namun wacana itu belum sepenuhnya dapat diterima oleh masyarakat setempat.

Seperti dikatakan Sunardi Kepala desa Mekar sari Bahwa sampai hari ini jumat (17/9) masyarakat masih belum bisa menerima kalau mes Taman ke hati dijadikan tempat Isolasi.

“Tetap belum bisa terima bahkan karyawannya juga tidak  mengijinkan,alasannya karena itu tempat wisata,” pungkasnya. (mis)