Raperda APBD-P 2020 Disahkan, Pemkab Tubaba Ucapkan Terima Kasih Kepada DPRD

36

Radartuba.com, TUBABA-Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DPRD setempat atas dukungan, kerjasama, dan komitmen tinggi dalam melakukan pembahasan atas Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun Anggaran 2020, sehingga tuntas sesuai dengan jadwal dan ketentuan dalam siklus perencanaan daerah.

Hal ini diungkapkan Bupati Tubaba Hi. Umar Ahmad, SP melalui Wakil Bupati Fauzi Hasan, SE, MM, pada Rapat Paripurna DPRD Pembicaraan Tingkat II atas Raperda APBD-P Tahun Anggaran 2020, di Aula Sidang Gedung DPRD setempat, Kamis (17/9/2020). Diketahui, DPRD Tubaba dalam rapat paripurna tersebut telah mengesahkan Raperda APBD-P 2020 yang diajukan Pemkab Tubaba.

“Dengan disepakatinya Kebijakan Umum beserta Prioritas Plafon Anggaran APBD-P 2020, maka pada hakekatnya antara jajaran eksekutif dan legislatif di daerah ini memiliki landasan untuk melanjutkan tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah,”ungkap Fauzi saat menyampaikan sambutan bupati dalam rapat paripurna tersebut.

Wabup Fauzi Hasan kembali mengulas beberapa hal penting yang termuat pada Raperda APBD-P Tahun Anggaran 2020. Pertama adalah Pendapatan Daerah yang mengalami pengurangan sebesar Rp140.678.994.703,91. Sebelum perubahan sebesar Rp988.610.630.593,00 menjadi Rp847.931.635.889,09  setelah perubahan. Kedua, Belanja Daerah yang dilakukan penataan sebesar Rp117.141.114.369,29 atau terjadi penurunan dari Belanja Daerah sebelum perubahan yaitu sebesar Rp1.074.611.005.177,00 sehingga total belanja secara keseluruhan pada Perubahan APBD 2020 menjadi Rp957.469.890.807,71.

BACA JUGA:  Melalui Vicon, Polres Tubaba dan Bupati Umar Ahmad Ikuti Upacara HUT Bhayangkara

Ketiga, Pembiayaan Daerah yang  terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Pada sisi penerimaan pembiayaan terjadi kenaikan sebesar  Rp16.617.959.506,62,  dari semula Rp105.875.374.584,00 naik menjadi sebesar Rp122.493.334.090,62. Kenaikan  tersebut disebabkan adanya akumulasi kelebihan sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya (silpa) sebesar Rp52.590.634.090,62.

Sedangkan pada sisi pengeluaran pembiayaan mengalami pengurangan sebesar Rp6.919.920.828,00, yang semula Rp19.875.000.000,00  turun menjadi Rp12.955.079.172,00. Pengeluaran pembiayaan ini dipergunakan untuk pembayaran pokok utang sebesar Rp11.455.079.172,00.”Demikianlah penjelasan yang dapat saya sampaikan. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota dewan yang terhormat,”tutupnya.(ded)