Perihal Kartu Prakerja, Bupati Umar Ahmad Surati Dua Menteri

209

Radartuba.com, TUBABA-Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Hi. Umar Ahmad, SP menyurati Menteri Koordinator  bidang Perekonomian dan Menteri Ketenagakerjaan RI guna menanyakan perihal Kartu Prakerja. Sebab, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Tubaba selaku leading sektor ketenagakerjaan hingga saat ini belum mengetahui perkembangan tentang Kartu Prakerja yang digaungkan oleh pemerintah pusat di tengah pandemi Covid-19 ini, terutama bagi daerah setempat.

“Yang kami tahu saat ini, pendaftaran Kartu Prakerja yang dibuka oleh pemerintah pusat  sudah sampai gelombang ke-9. Lebih dari itu kami tidak tahu, makanya bupati mengirim surat ke pusat,”ungkap Rudi Riansyah, SE, MM, Plt. Kepala Disnakertran Kabupaten Tubaba didampingi Kabid Pelatihan dan Penempatan Arum Lestari, S.KM, MM, kepada Radar Tuba di ruang kerjanya, Kamis  (17/9/2020) siang.

Dalam surat Bupati Nomor : 800/118/II.13/2020, tanggal 4 Agustus 2020 tersebut, Pemkab Tubaba mengajukan Permohonan Data Penerima Program Kartu Prakerja Kabupaten Tubaba, terutama yang telah dinyatakan lulus seleksi untuk menerima program tersebut.”Sudah satu bulan lebih surat tersebut kami kirim ke pusat, tapi sampai sekarang belum ada balasan,”cetusnya.

Meski begitu, pihaknya tidak menampik jika hasil pantauan yang mereka lakukan sudah ada pendaftar yang lulus seleksi, bahkan sudah menerima insentif dengan besaran sesuai program tersebut.”Tapi kami tidak tahu pasti berapa jumlah peserta yang sudah lolos, sebab kami dalam hal ini hanya memantau, sedangkan untuk  pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui online langsung ke pusat,”terangnya.

BACA JUGA:  Pelaksanaan Seleksi PPPK di Kabupaten Tulang Bawang

Disnakertran Tubaba, kata dia, hingga saat masih terus berkoordinasi dengan provinsi maupun pusat. Paling tidak, tandasnya, untuk mengetahui pasti data pendaftar yang lulus seleksi.”Memang banyak yang menanyakan kejelasan tentang Kartu Prakerja ini, tapi perlu diketahui bahwa kami sampai saat ini belum memiliki datanya. Kami berharap semua pihak memahami dan bersabar karena langsung pemerintah pusat yang menangani ini,”ulasnya.

Rudi menambahkan, sejauh ini Disnakertran Tubaba hanya melakukan pendampingan bagi yang memang belum memahami tentang tata cara pendaftaran, bahkan untuk pelayanan memang sudah disiapkan fasilitas berupa alat elektronik dan akses internet.”Lebih dari itu ya tidak ada. Yang jelas kita berharap surat kita dapat segera direspon oleh pusat, sebab data  itu adalah dasar kita ketika ada yang menanyakan perihal Kartu Prakerja”tukasnya.

Untuk diketahui, total bantuan dalam program Kartu Prakerja adalah senilai Rp3.550.000,- per peserta (penerima), terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif Rp600 ribu selama 4 bulan, dan insentif survei evaluasi sebanyak 3 kali masing-masing Rp50 ribu.”Semua insentif langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima,”pungkasnya. (ded)