Gugus Tugas Covid-19 Mesuji, Temui Warga yang Tolak Penggunaan Mes Taman Kehati untuk Isolasi Pasien

673

Radartuba.com, MESUJI-Pasien Positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Mesuji akan di isolasi di Mes Taman Kehati yang terletak di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tanjung Raya.Namun pro kontra terjadi, sempat terjadi penolakan dari masyarakat warga desa Mekar Jaya dan Mekar Asri.

Kepala BPBD dan Camat Tanjung Raya didampingi dari dinas kesehatan dan kepala puskesmas Brabasan bersama Kepala desa Mekar Jaya dan Mekar Asri dan Kapolsek Tanjung Raya memediasi persoalan tersebut dengan puluhan masyarakat yang kumpul dibalai desa Mekar Jaya, Rabu (26/9).

Gugus tugas penangan Covid-19, Syahrir yang juga Kepala BPBD Kabupaten Mesuji mengatakan, Pemkab Mesuji melakukan langkah-langkah penanganan untuk membantu pasien dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan ini keadaan darurat yang harus dilakukan,dan ini sudah menjadi keputusan pemerintah daerah intuk menjadikan Mes taman kehati sebagai tempat isolasi untuk pasien Covid-19.

“Wajar kalau masyrakat menolak karena masyarakat perlu pemahaman dan kami sebagai Gugus tugas harus sampaikan kepada masyrakat bahwa ini keadaan darurat,” jelas Syahrir usai mediasi dan memberi pemahaman kepada masyarakat dibalai desa Mekar Jaya.

Syahrir menambahkan, hasil audensi dengan masyarakat yang dilakukan belum ada kata sepakat dari masyarakat artinya belum menemui titik temu namun yang jelas pihaknya meminta masyrakat untuk bekerja sama dengan pemerintah dan sama-sama menyadari ini untuk kepentingan seluruh masyrakat kabupaten Mesuji.”kalau titik temu belum bisa kita simpulkan tapi mudah-an masyrakat bisa menerima, mes taman kehati dijadikan tempat Isolasi pasien orang tanpa gejala (OTG)”tambahnya.

Berbeda dengan camat Tanjung raya Komang Sutiaka yang terlihat sempat emosi dengan masyarakat yang menyampaikan keberatannya saat sesi tanya jawab.Bahkan Komang sempat terlihat sedih dan emosi yang ditunjukkan dengan bahasa yang sedikit keras kepada masyrakat yang bertanya.

BACA JUGA:  Warga Fajar Indah Dan Babinsa Kompak Pagar Sisi Jalan

“Ini Keputusan pemerintah Bro dan ini urusan Covid sudah menjadi urusan negara jadi saya mohon kesadarannya dan pengertiannya,bener ini desa kalian dan kalian punya hak tapi kami sebagai pemerintah harus mengambil langkah untuk menyelamatkan masyrakat lainnya,” kata Komang dengan nada marah.

Bahkan Komang sempat menanyakan nama warga yang bertanya,”Ohya nama kamu siapa,”tanyanya kepada warga.

Diketahui dalam pertemuan itu Warga atas nama SP (inisial) menyampaikan bahwa sebagai masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan taman ke hati ada rasa kehawatiran kalau pasien Covid-19 di isolasi di Mes taman kehati.Sebab menurutnya selain dekat dengan warga di lingkungan taman kehati juga ada warga yang bekerja sebagai karyawan .”Ya benar kami masyrakat harus patuh sama pemerintah tapi kami juga sebagai masyrakat yang tinggal disini punya hak untuk keberatan,”kata SP.

Dalam pertemuan itu Kepala desa Mekar jaya Kecamatan Tanjung Raya Sarno juga menyampampaikan ada mis comunication antara gugus tugas dalam ini pemerintah daerah dengan masyrakat Mekar jaya dan Mekar sari.

“Kami sebagai kepala desa juga awalnya tidak tau kerana saya kepala desa juga tidak di kasih tau kalau ada rencana mes taman mau dijadikan tempat Isolasi dan semalam masyrakat berkumpul dan ribut menyatakan keberatannya dan ini harus di sampaikan,dan kita berharap nanti masyrakat bisa menerima mudah-mudahan ini hanya miscomunication,” ungkap Sarno.(mis)