Hujan Deras, Warga Rawapitu Mandi Lumpur

45

Radartuba.com, TULANGBAWANG-Akibat hujan deras yang turun dipekan ini, ruas akses jalan di Rawapitu khususnya di Kampung Dutayoso Mulyo rusak parah bak jalan Off Road.

Dari pantauan Radar Tuba, Selasa (7/7) akses jalan yang rusak parah tersebut merupakan jalan poros yang berada Rawapitu serta jalan penghubung antar kampung yakni Kampung Rawa, Ragil, Gedung Jaya, Bumi Sari, dan Kampung Dutayoso Mulya Kecamatan Rawapitu.

Bahkan tidak dipungkiri akibat rusaknya jalan tersebut perekonomian khususnya di sektor pertanian di Rawapitu hampir lumpuh total.

Munir, salah satu warga Dutayoso Mulyo mengatakan, jalan ditempatnya rusak parah, apalagi ditambah hujan deras beberapa hari belakangan ini, hal tersebut sangat berakibat pada aktivitas warga di Rawapitu, terlebih jalan tersebut merupakan penopang utama akses warga untuk menuju dan mengangkut hasil pertanian berupa tanaman pangan ataupun hasil perkebunan di Rawapitu.

”Jalan poros tersebut rusak parah kami warga disini sulit dan menangis saat melalui jalan ini bahkan banyak yang terjebak jika melewati jalur ini terutama kendaraan roda empat, “ujar Munir.

Dia juga mengatakan, rusaknya kondisi jalan membuat para petani kesulitan mendistribusikan hasil panennya. Utamanya, saat musim hujan, dimana akses jalan berubah menjadi kubangan.

“Dampaknya petani rugi Karena mereka tidak bisa membawa hasil panen. Bahkan hasil panen petani dibiarkan rusak, karena tidak bisa diangkut ke luar,” Kata Munir

BACA JUGA:  Polres Tuba Pasang Baliho Untuk Tidak Mudik

Sementara itu, Kepala Kampung Dutayoso Mulyo, Kecamatan Rawapitu, Larto Wiryono juga membenarkan bahwa kini jalan tersebut dalam kondisi rusak parah. Mirisnya, tidak ada akses lain untuk petani mengantarkan hasil panennya.

Para petani disini berharap perhatian dari pemerintah kabupaten maupun provinsi melalui balai besar untuk bisa memperbaiki akses jalan tersebut karena setiap musim hujan disini masyarakat merasakan Mandi Lumpur.

“Harapan petani bisa di perbaiki. Karena untuk mengangkut hasil panen ribuan hektare sawah sangat bergantung dengan akses jalan tersebut,” ujar Larto Wiryono.

Saat ini Jalan Poros Rawa Pitu  terutama dari arah jalan Gedung Jaya penuh dengan kubangan lumpur yang sulit untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bahkan ada beberapa kendaraan mobil pribadi yang terjerambap (mandek ) di jalan poros tersebut tidak bisa keluar dan harus di tarik melalui kendaraan traktor.

Kami minta kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk segera diperbaiki agar kami bisa lebih mudah lagi dalam mengangkut  hasil bumi atau hasil pertanian

,”tidak ada lagi yang kami andalkan selain dari pemerintah agar dapat menggangarkan dana untuk perbaikan jalan di Rawapitu, karna disaat musim hujan seperti kubangan kerbau dan jika musim kemarau debu yang kami terima,”Kata Dia. (ian)