New Normal, Tempat Ibadah Mulai Dibuka Namun Harus Ikuti Aturan Protokol Kesehatan

43
Sosialiasi penerapan new Normal dirumah ibadah yang dihadiri oleh bupati Tulang Bawang, Winarti dan tokoh agama dirumah dinas Bupati, Selasa (30/6)

Radartuba.com, TULANGBAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang (Tuba) minta seluruh tokoh agama melakukan penekanan terhadap penerapan protokol kesehatan yang aman, dan produktif di tempat ibadah yang ada di Kabupaten Tulang Bawang.

“Saat melakukan ibadah saya berharap masyarakat harus tetap waspada, menggunakan masker, dan menjaga jarak selama beribadah agar tempat ibadah tidak menjadi pusat penularan Covid-19 baru di masa new normal,” ujar Sekdakab Tuba Anthoni saat memberikan pemaparan dan sosialisasi New Normal ditempat ibadah yang digelar rumah dinas Bupati Tuba, Selasa (30/6)

Anthoni juga menghimbau rumah ibadah harus menerapkan protokol dan SOP kesehatan secara bijak. Sebab, tempat ibadah harus menjadi contoh bagi sektor-sektor kehidupan yang dibuka di era kenormalan baru.

“Rumah ibadah harus jadi contoh penerapan protokol dan prosedur operasional standar kesehatan dalam rangka untuk meningkatkan kembali produktivitas dan kehidupan spiritual keagamaan dan aman dari ancaman Covid-19,” kata Anthoni

Dia juga menjelaskan, kalau beribadah diharapkan para jemaahnya selalu menerapkan protokol kesehatan. Tempat ibadah harus menyediakan tempat cuci tangan dan jamaahnya bisa menggunakan masker, dan berlakukan jaga jarak.

“Harus dipastikan jamaah dalam kondisi sehat, jamaah harus menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah, saat di rumah ibadah hindari kontak fisik seperti bersalaman atau berpelukan, “ujarnya

Penerapan menjaga jarak antar jamaah kata Anthoni minimal 1 meter. Para pengurus rumah ibadah harus memastikan jamaah tidak berdiam lama setelah ibadah dilaksanakan.

BACA JUGA:  Agar Tepat Sasaran, Rumah Penerima Mantra Akan Diberi Tanda

Anthoni juga meminta kepada seluruh tokoh agama untuk selalu menosialisasikan protokol ini kepada para jamaah untuk menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan menggunakan sabun.

“Sosialisasi pada masyarakat bisa menggunakan microfone yang disampaikan pada saat-saat tertantu, misalnya saat akan melakukan salat berjamaah atau melalui tulisan yang di tempat di dinding tempat ibadah,” ujarnya.

Sedangkan untuk anak-anak dan para lansia sebaiknya beribadah di rumah. “Para tokoh masyarakat hendak ikut membantu menyosialisasikan pada masyarakat untuk menerapkan hidup sehat dan bersih,”tambahnya.

Dalam kondisi sehat, rumah ibadah yang digunakan telah memiliki surat keterangan aman Covid-19, menjaga jarak antar jamaah, hindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area tempat ibadah,” kata Anthoni saat memberikan materi sosialisasi yang dihadiri para tokoh agama.

Dia juga mengatakan penerapan untuk pembukaan rumah ibadah, ini pemerintah telah mengaturnya dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 tahun 2020 Tentang Panduan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah agar Terhindar dari Penyebaran Covid-19.

Dalam tata aturan itu, diatur mengenai prosedur operasional standar di rumah ibadah. Seperti adanya jaga jarak, penyediaan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh bagi jemaah. (ian)