Imbas Covid-19, Jadwal SKB Rekrutmen 2019 & Latsar CPNS 2018 Belum Jelas

23

Radartuba.com, TUBABA– Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia juga berdampak pada Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2019. Betapa tidak, dari serangkaian proses penerimaan yang seyogyanya dilaksanakan, terpaksa harus terhenti sampai dengan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Sementara, pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) hingga saat ini belum dapat dipastikan waktunya.

Hal ini diakui oleh Syahlan, SH, MM, selaku Kabid Pengadaan, Mutasi, dan Diklat pada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).”Ya, kita juga sedang menunggu. Mudah-mudahan Covid-19 segera berlalu dan kondisinya kembali normal. Tentunya kita juga berharap SKB tetap dapat dilaksanakan tahun ini,”ungkapnya saat dikonfirmasi Radar Tuba melalui telepon, Selasa (30/6/2020) siang.

Di Tubaba, lanjutnya, ada sebanyak 177 peserta yang dinyatakan lulus SKD pada pengumuman Maret lalu dan bisa mengikuti SKB. Sementata dari segi formasi, Kabupaten Tubaba mendapatkan kuota sebanyak 92 formasi, terdiri dari 49 guru, 33 tenaga kesehatan, dan 10 tenaga teknis.”Dalam hal ini kami menghimbau para peserta untuk sabar menunggu dan tetap mempersiapkan diri menjelang ujian nanti. Mudah-mudahan Agustus mendatang sudah ada kepastian terkait pelaksanaan SKB tersebut,”ujarnya.

BACA JUGA:  Upaya Pelestarian DDS, PMI Tubaba Rangkul MTA

Hal yang sama juga harus dialami oleh 254 CPNS hasil rekrutmen 2018, yang hingga kini juga belum mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) atau Prajabatan sebagai salah satu syarat bagi CPNS untuk diangkat menjadi PNS 100 persen.”Kalau untuk anggaran kita memang siap, bahkan sudah kita setorkan ke BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ) Provinsi Lampung sejak Januari lalu. Tapi karena Covid-19, terpaksa latsar CPNS kita juga ditunda dan menunggu kondisinya normal,”terangnya.

Dengan begitu, status CPNS mereka sudah berjalan satu tahun lebih, sebab menurut Syahlan mereka diangkat sebagai CPNS TMT (terhitung mulai tanggal) Februari 2019.”Yang jelas tinggal pelaksanaanya saja. Keterangan dari mereka (BPSDM), kalau kondisi sudah normal ya langsung dilaksanakan. Patokannya, kalau anak sekolah sudah masuk normal seperti biasa, maka latsar juga sudah bisa dilaksanakan,”tandasnya. (ded)