PELUANG BISNIS MENJANJIKAN, BUDIDAYA IKAN HIAS PERLU SENTUHAN PEMERINTAH

22

Radartuba.com, TUBABA- Budidaya Ikan Hias merupakan salah satu bidang usaha dan peluang bisnis yang cukup menjanjikan saat ini. Potensi pasarnya sangat luas, tidak  membutuhkan lahan yang luas, dan tidak semua orang tertarik dan mampu melaksanakannya karena membutuhkan keahlian khusus dalam budidaya ini. Sementara, penggemarnya saat ini terus bertambah. Tidak hanya usia dewasa,  anak-anak pun menyukainya, termasuk di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).

Di Tubaba sendiri, sejauh ini sudah ada beberapa toko yang menjual berbagai jenis ikan hias, berikut dengan perlengkapan pemeliharaannya. Namun, ikan hias yang dijual tersebut kebanyakan didatangkan dari luar daerah. Untuk mendapatkannya, ada yang datang langsung ke sentral penjualan ikan hias, namun ada juga melalui toko-toko online yang masih harus menggunakan jasa pengiriman.”Kebanyakan masih dari luar daerah mas,”ujar salah satu penjual ikan hias di Kecamatan Tulang Bawang Tengah baru-baru ini.

Hal ini tentu membutuhkan peran aktif pemerintah. Sebab, andai saja di Tubaba sudah ada sentra budidayanya, mungkin mereka yang kini menggeluti bisnis jual beli ikan hias tersebut tak perlu keluar daerah untuk mencukupi kebutuhan ikan hias di wilayah setempat. Selain itu, jarak tempuh yang dekat tentu akan lebih meminimalisir biaya operasional, sekaligus resiko kematian ikan saat pengiriman.

BELUM ADA ANGGARAN DI APBD, DISKAN TUNGGU BANTUAN BPBAT

Hal ini dibenarkan oleh Satyono Jati Utomo, ST, MT, Kabid Perikanan Budidaya pada Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Tubaba.”Memang benar, kebanyakan masih berasal dari luar daerah, tapi peluang bisnis ini sebenarnya sudah berjalan di Tubaba. Bahkan untuk jenis ikan seperti guppy dan cupang sudah ada budidayanya, sedangkan lainnya masih dari luar daerah,”ungkapnya saat berbincang-bincang dengan Radar Tuba melalui telepon, Minggu (28/6/2020) sore.

BACA JUGA:  Tenang,,Warga Rentan Adminduk Tak Perlu Ke Disdukcapil

Namun menurutnya, Dinas Perikanan Tubaba dalam hal ini telah berupaya untuk membantu dan memfasilitasinya, meskipun secara anggaran diakuinya belum tersedia di APBD.”Sejak 2019, kita sudah membentuk Komunitas Penggemar Ikan Hias Tubaba. Anggotanya ada sekitar 20 orang, dan tidak hanya penjual saja namun beberapa penghobi ikan hias juga bergabung dalam komunitas itu. Kalau untuk bantuan seperti berupa stimulan memang tidak ada, sebab kita belum ada anggarannya,”cetus Jati.

Terkait hal itu, pihaknya di tahun ini sudah mengajukan bantuan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan  (KKP RI) melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT), Sungai Gelam – Jambi.”Langkah ini kami lakukan untuk mendorong terbentuknya sentral budidaya ikan hias di Tubaba. Informasi yang kami dapat, Insya Alloh pengajuan kita terealisasi tahun ini. Tapi kita belum tahu bantuannya yang diberikan nanti dalam bentuk apa, kalau pengajuan kita seperangkat peralatan sarana dan prasarana hatchery (pembenihan),”ujarnya.

Jika terealisasi nantinya, lanjut Jati, bantuan itu akan diserahkan kepada kelompok yang ada untuk dikelola dalam kegiatan budidaya.”Verifikasi oleh pihak BPBAT sudah dilakukan. Jadi kita tunggu saja, mudah-mudahan tidak lama lagi. Kalau memang sudah terealisasi nantinya tinggal kita tentukan saja mau dipusatkan dimana,”harapnya. Dia menambahkan bahwa sejauh ini pembinaan terhadap komunitas yang sudah terbentuk terus berjalan.”Perkembangannya cukup bagus, tidak hanya menjual ikan, tapi sudah ada juga yang bisa membuat aquascape, dan lain-lain,”pungkasnya. (ded)