Terapkan Metode Daring, Pujiyanta : PPDB Melalui 4 Jalur, Kuota 360 Siswa 

23

Radartuba.com, TUMIJAJAR-Di tengah situasi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong agar PPDB tahun ini dilaksanakan dengan sistem dalam jaringan (daring) atau online. Namun bagi sekolah yang tidak bisa, masih dapat melakukan PPDB dengan sistem luar jaringan (luring) atau kehadiran. Mengenai mekanisme tersebut, Pemerintah Daerah dan sekolah dapat merujuk pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Di Kabupaten Tubaba, SMAN 1 Tumijajar adalah salah satu sekolah yang menerapkan sistem daring pada PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021 ini. Pendaftaran dibuka tanggal 15-18 Juni 2020 mendatang.”Jadi pendaftaran bisa dilakukan secara mandiri dari rumah. Untuk berkas persyaratannya tentu seluruhnya harus di upload atau diunggah melalui website PPDB tersebut, yakni di https://lampung.siap-ppdb.com,”ungkap Drs. Pujiyanta, M.Pd, Kepala SMAN 1 Tumijajar kepada Radar Tuba di ruang kerjanya, Senin (8/6/2020) pagi.

Dijelaskannya, kuota calon peserta didik baru di sekolah tersebut berjumlah 360 siswa yang terbagi menjadi 10 rombongan belajar (rombel). Kuota tersebut terdiri dari 216 siswa jurusan IPA (6 rombel) dan 144 siswa untuk jurusan IPS (4 rombel).”Untuk pemenuhan kuota tersebut, PPDB dilakukan melalui 4 (empat) jalur, yakni Jalur Zonasi, Afirmasi, Kepindahan Tugas Orang Tua/Wali, dan Jalur Prestasi. Tahun lalu hanya 3 jalur, sedangkan tahun ini ada tambahan jalur afirmasi yang disediakan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu,”terangnya.

Dari empat jalur tersebut, lanjutnya, kuota untuk jalur zonasi tetap yang terbesar meskipun mengalami penurunan dibandingkan pada PPDB tahun lalu, dari 90 persen menjadi 50 persen dari kuota dengan wilayah zonasi meliputi Kecamatan Tumijajar, Tulang Bawang Udik, dan Tulang Bawang Tengah. Untuk jalur prestasi, kuotanya juga naik dari 5 persen menjadi 30 persen.”Yang tetap sama dengan tahun lalu hanya jalur perpindahan orang tua sebesar 5 persen dari kuota. Sedangkan sisanya sebesar 15 persen untuk jalur afirmasi dan calon peserta didik yang memilih jalur ini harus menyertakan Bukti Keterangan Tidak Mampu, berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Program Keluarga Harapan (PKH),”terangnya.

BACA JUGA:  Lagu "Selamat Datang di Kampus Pintar" Sambut Asesor BANSM Lampung di SMPN 3 Penawartama

Setelah proses pendaftaran selesai, selanjutnya akan dilakukan verifikasi terhadap data calon peserta pada tanggal 18-20 Juni 2020. Hasil seleksi akan diumumkan secara online pada tanggal 22 Juni 2020. Pihaknya berharap semua pihak terutama orang tua atau wali dapat membantu mengarahkan putra-putrinya dalam proses PPDB tahun ini. Selain itu, calon peserta didik juga diharapkan memahami alur dan tata cara pendaftaran dengan sistem daring tersebut agar tidak terjadi kesalahan saat proses pendaftaran.”Untuk lebih jelasnya, informasi PPDB bisa diakses melalui website resmi sekolah. Yang jelas, kita sudah siap membuka PPDB dan mudah-mudahan semua berjalan lancar,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMAN 1 Tumijajar Saharuddin Nur, SE mengatakan, selaku komite sekolah pihaknya akan mengawasi dan memastikan proses PPDB di sekolah tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ada.”Kami berharap semua berjalan tertib dan lancar, serta sesuai dengan ketentuan yang ada. Dan mengingat PPDB ini menerapkan sistem daring, calon peserta didik atau pendaftar harus benar-benar paham prosesnya. Kami berharap orang tua juga mendampingi proses tersebut,”singkatnya. (ded)