Daya Beli Masyarakat Turun, Disnak Tubaba Tetap Ingatkan Pilih Daging Yang ASUH

34

Radartuba.com, TUBABA-Di tengah pandemi Virus Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), daya beli masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terhadap daging khususnya Sapi dan Kerbau menurun. Padahal, kebutuhan daging biasanya meningkat seiring dengan kebiasaan konsumsi masyarakat saat menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini juga diperkirakan tetap bertahan hingga Hari Raya Idul Fitri 1441 H yang tinggal beberapa hari lagi.

Menurunya daya beli masyarakat terhadap daging sudah tampak sejak sebelum bulan ramadhan. Hal ini terlihat dari situasi pasar dan beberapa Tempat Pemotongan Hewan (TPH) yang sepi. Bahkan, sebagian besar pelaku usaha mengaku lesu dengan kondisi saat ini. Tak jarang dari mereka yang memutuskan untuk tidak menjalankan usaha, layaknya yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini diakui oleh sejumlah pedagang daging musiman. Alif (37) salah satunya. Pedagang dari Tiyuh Marga Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Udik ini mengaku bahwa masyarakat saat ini justru cenderung membeli daging ayam yang saat ini harganya terbilang murah.”Saya memang tetap memotong Sapi untuk dijual, tapi hanya untuk masyarakat yang memang sudah pesan karena mereka arisan daging. Kalau tidak, ya tahun ini libur dulu mas,”ungkapnya baru-baru ini.

Hal senada juga dikatakan oleh Iwan (34). Menurutnya, menjelang ramadhan hingga lebaran seperti saat ini pada tahun-tahun sebelumnya, dia sudah sibuk melayani pesanan daging Sapi.”Tahun ini jauh berkurang mas. Jadi, kami tidak berani spekulasi memotong sapi tanpa ada pesanan sebelumnya, itu pun kami lihat dulu berapa banyak yang di pesan. Yang jelas, melihat kondisi nanti,”singkatnya.

Kondisi ini juga diakui Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Tubaba yang melakukan pemantauan mulai sebelum ramadhan hingga menjelang lebaran ini.”Dengan kondisi saat ini memang banyak pedagang yang lesu. Yang jelas faktor ekonomi yang menyebabkan daya beli masyarakat terhadap daging menurun,”ungkap Desie Andriyani, SP, MM, Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) pada Disnak Tubaba didampingi Kasi Kesmavet drh. Desi Purnami, kepada Radar Tuba, Senin (18/5/2020).

BACA JUGA:  Siapkan Musrenbang Kabupaten, Pemkab Gelar Rapat Forum Perangkat Daerah

Meski begitu, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat selaku konsumen atau pembeli untuk memperhatikan beberapa hal ketika mereka akan membeli daging, baik di pasar, tempat pemotongan hewan, atau‎ tempat-tempat penjualan daging lainnya. Tidak hanya daging ternak seperti Sapi, Kerbau, dan Kambing saja, namun  daging unggas juga harus menjadi perhatian para pembeli. Sebab menurutnya, daging yang layak dan aman dikonsumsi oleh masyarakat adalah daging yang memiliki kriteria Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH).”Artinya, masyarakat jangan asal beli, tapi harus selektif dalam membeli bahan Pangan Asal Hewan (PAH) tersebut,”tegasnya.

Menurutnya, ada cara sederhana untuk memilih daging yang ASUH. Yakni memilih daging dilihat dari warna, bau, dan konsistensi daging. Daging yang sehat dan layak dikonsumsi memiliki warna yang cerah, berbau khas daging segar, dan saat daging itu dipijat pasti kembali seperti kondisi semula‎.”Jika kriteria ini tidak didapati pada daging yang akan dipilih, maka konsumen wajib berpikir ulang untuk membelinya. Bahkan lebih baik memilih daging  yang lain,”terangnya.

Menurutnya, masyarakat harus teliti dan waspada dalam membeli daging yang akan dikonsumsi, sebab jika hal ini diabaikan maka dampak yang dapat ditimbulkan dari mengkonsumsi daging yang tidak ASUH akan menyebabkan kerugian, setidaknya dapat berpengaruh pada kesehatan konsumen itu sendiri.”Daging yang tidak ASUH itu bisa dipastikan mengandung sumber penyakit yang tentu berbahaya bagi kesehatan. Makanya masyarakat harus lebih berhati-hati,”pungkasnya.(ded)