Proyek DAK Rp64 Miliar Dinas PUPR Tubaba Dihentikan

26

Radartuba.com, TUBABA– Proyek pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 yang telah direncanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dihentikan. Lelang proyek yang dihentikan tersebut nilainya sekitar Rp64,7 miliar.

Penghentian ini merujuk Surat Menteri Keuangan Nomor S-247/MK.07/2020 perihal Penghentian Proses Pengadaan Barang/Jasa Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2020.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tubaba, Iwan Mursalin, S.Si, MM,MT melalui Kabid Perencanaan dan Bina Jasa Konstruksi, Sadarsyah, SH, MH mengatakan, melalui surat tersebut, kementerian keuangan memerintahkan seluruh gubernur, walikota/bupati menghentikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa untuk kegiatan fisik DAK 2020. Hal ini terkait dengan mewabahnya Virus Corona atau Covid-19 di sejumlah wilayah Indonesia.

“Dengan terbitnya surat dari kementerian tersebut, semua kegiatan lelang yang bersumber dari DAK 2020 sudah dihentikan. Total anggaran yang dibatalkan tersebut sekitar Rp64,7 miliar,”ungkapnya kepada wartawan baru-baru ini.

BACA JUGA:  Tim Kemenkes Lakukan Verifikasi, Pemkab Optimis Tubaba Meraih Swasti Saba Padapa

Menurutnya, sejumlah pembangunan yang sudah direncanakan dalam APBD 2020 yang dihentikan diantaranya adalah pembangunan jalan dua jalur yang telah dianggarkan sebesar Rp38 miliar di ruas jalan utama ibu kota kabupaten. Selain jalan tersebut, pemkab sebenarnya juga sudah menganggarkan pembangunan jalan dan jembatan  di sejumlah kecamatan, termasuk pembangunan irigasi dan sarana air bersih.”Kita berharap masyarakat tetap bersabar terkait dengan tertundanya pembangunan ini,”harapnya.

Secara rinci Sadarsyah menjelaskan, alokasi DAK fisik 2020 yang diterima Dinas PUPR Tubaba terbagi dua yakni kegiatan reguler sebesar Rp54,7 miliar yang dialokasikan untuk jalan sebesar Rp41,3 miliar, sanitasi Rp3,2 miliar, dan air minum Rp10,1 miliar.

Sedangkan, untuk penugasan sebesar Rp9,9 miliar terdiri dari kegiatan air minum Rp3,9 miliar dan kegiatan irigasi Rp6 miliar lebih.”Yang jelas, kegiatan ini akan dilaksanakan jika pemerintah pusat memberikan petunjuk baru terkait penggunaan dana DAK 2020 tersebut,”tandasnya. (*/ded)