Pemkab Mesuji Anggarkan 5,3 Milyar Untuk Penanganan Pandemi Covid-19

322

Radartuba.com, MESUJI–Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Mesuji menganggarkan 5,3 Milyar untuk upaya penanganan Pandemi  Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mesuji, Abu Rosid Istomi, S.Si., M.Si. Anggaran  tersebut dibagi atas tiga klaster penanganan dan itu merupakan Hasil kesepakatan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta arahan dari Wakil Gubernur Lampung.

“Kabupaten Mesuji menganggarkan senilai Rp. 5.347.028.729 yang bersumber dari DAK dan APBD Kabupaten Mesuji,” jelas Abu Rosid kepada Radar Tuba, Minggu (29/3).

Ia menambahkan, Pembagian klaster penanganan Covid-19 tersebut terdiri dari, Klaster Keselamatan dan Kesehatan, Klaster Mengurangi Dampak Sosial, dan Klaster Dampak Ekonomi Makro.

“Klaster Keselamatan dan Kesehatan dianggarkan Rp. 3.658.280.729, Klaster Mengurangi Dampak Sosial dianggarkan Rp. 1.561.782.000, dan Klaster Dampak Ekonomi Makro dianggarkan Rp. 126.966.000,” terangnya.

Ia menuturkan, untuk Klaster Keselamatan dan Kesehatan merupakan pergeseran anggaran dari Dana Alokasi Khusus Dinas (DAK) Kesehatan serta anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Untuk Klaster Mengurangi Dampak Sosial dan Klaster Dampak Ekonomi Makro sumber dana sesuai APBD tahun 2020.

BACA JUGA:  Hingga Pertengahan Tahun, Pekerjaan Proyek di Mesuji Belum Dimulai

“Klaster Keselamatan dan Kesehatan itu kita alihkan dari DAK dan BTT, namun Klaster lainnya sebenarnya sudah dianggarkan namun kita minta dipercepat pengadaannya untuk penanganan Covid-19 ini,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan, Kusnandar mewakili Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Yanuar Fitrian menguraikan, Untuk Klaster Keselamatan dan Kesehatan menganggarkan untuk pengadaan Ruang Isolasi Covid-19 di RSUD RBC serta Alat Pelindung Diri (APD).

“Kita anggarkan Pengadaan Ruang Isolasi, APD, Rapit Test Covid-19, serta item lain untuk menghadapi kemungkinan yang tidak bisa kita prediksi terkait Covid-19 ini,” pungkasnya. (ngga/mis)