Pasien Positif Corona di Lampung Bertambah, Diketahui Baru Saja Hadiri Seminar

51

Radartuba.com, LAMPUNG – Satu lagi pasien positif corona di Lampung bertambah. Kabar ini beredar usai pemerintah mengumumkan penambahan jumlah pasien positif covid-19 di Indonesia, Jumat (27/3).

Di konfirmasi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Reihana membenarkan hal tersebut. Reihana mengatakan pasien positif di Lampung kini menjadi empat orang.

”Memang Lampung kembali di umumkan ada penambahan satu kasus positif. Sehingga saat ini ada empat kasus terkonfirmasi. Kemudian di Lampung ada negative 6 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) ada 14 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) ada 431 orang,” beber Reihana melalui pesan WhatsApp-nya Jumat (27/3).

Reihana mengatakan, pasien positif 04 ini telah beberapa hari lalu mendapatkan perawatan khusus diisolasi RSUDAM. Pasien 04 ini merupakan seorang laki-laki berusia 54 tahun asal Bandarlampung.

Reihana menerangkan, pasien memiliki riwayat perjalanan dari DKI Jakarta beberapa hari sebelum akhirnya dirawat. ”Pasien 04 ini merupakan laki-laki 54 tahun, warga Bandarlampung. Riwayatnya pasien ini ikut seminar di Jakarta beberapa hari lalu, kondisinya saat ini cenderung sedikit menurun. Kita doakan semoga ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

BACA JUGA:  Jenis Olahraga Terbaik Agar Awet Muda

Selanjutnya, Dinkes akan melakukan tracking pada keluarga dan kerabat pasien. ”Jadi yang pasien 04 ini PDP yang ada di Lampung, yang sesuai protap ialah pasien positif yang tracking. Untuk tracking dari kerabat pasien 01 sudah selesai trackingnya hasilnya sudah ada dan semuanya negative. Untuk pasien 02 dan 03 sudah dilakukan, nomor 04 besok akan dimulai tracking,” lanjutnya.

Sementara untuk rapid tes saat ini sudah didistribusikan 2.400 rapid tes se kabupaten/kota, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sudah mendistribusikan ke 30 rumah sakit rujukan, mulai APD (alat pelindung diri) dan Rapid tes.

”Untuk rapid tes yang dilakukan untuk orang-orang PDP plus kontak dengan PDP, itu yang akan kita lakukan. Terutama tenaga kesehatan yang memiliki gejala covid-19,” tandasnya. (Rlo)