Kabupaten Mesuji Optimis KLA

45

Radartuba.com, MESUJI-Gugus tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) Mesuji mengadakan rapat pembahasan persiapan pengisian kuisioner KLA, kegiatan tersebut digelar di ruang pertemuan Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Mesuji,Jumat (6/3).

Rapat tersebut membahas peran serta kesiapan dari masing-masing gugus tugas dalam pengisian kuisioner KLA yang akan berlangsung mulai 22 Maret hingga 11 April mendatang.Yang hadir dalam rapat tersebit hampir keseluruhan dari undangan yang sebarkan.

“Semua yang hadir menyatakan siap menjalankan tugas masing-masing dari gugus tugas, contohnya kepala desa, kita minta untuk membuat kantor desa Ramah Anak, serta adakan pojok menyusui untuk ibu menyusui,” ungkap Sri Fuji Harianti Kabid Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) .

Ia menyebutkan, Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) utama yang tergabung dalam gugus tugas telah berbuat sebelumnya, kemudian tinggal melengkapi poin-poin krusial yang bisa mendongkrak bertambahnya skor penilaian.

OPD utama seperti, Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kependudukan, dan Catatan Sipil (Disdukcapil), dan Dinas Sosial (Dinsos) itu sudah berbuat sebelumnya, artinya hanya melengkapi beberapa poin lain yang bisa mendongkrak skor dalam penilaian.Ia juga menjelaskan, kabupaten Mesuji telah mengikuti kompetisi KLA sejak 3 tahun terakhir, tahun 2020 merupakan ke-3 kalinya.

BACA JUGA:  Pemkab Mesuji Terima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

“Gaung KLA sudah dimulai dari tahun 2011, namun kita baru mengikuti sejak 2018, tahun ini kita optimis mendapatkan skor minimal 600, dari 500 skor minimal, artinya kita menargetkan 2020 kabupaten Mesuji sudah KLA,” ungkapnya.

Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mesuji, Edyson Basid Habibi menjelaskan, dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) sangat maksimal mendukung percepatan KLA tersebut.

“Tahun ini kita harus mendapatkan award (KLA) tersebut, Pemda mendukung penuh, untuk setiap OPD agar menjalankan tugas masing-masing, nantinya kalau program tersebut tidak ada dalam anggaran sebelumnya, silahkan masukkan dalam anggaran perubahan,” tegas Edyson.(ngga/mis)