Dinkes Imbau Masyarakat Tidak Percaya Hoax Soal Virus Corona di Lampung

50

Radartuba.com, LAMPUNG-Banyaknya informasi hoax terkait virus corona (Covid-19) di provinsi Lampung dapat membuat masyarakat panik.
Salah satunya terkait seorang pasien yang sedang dirawat di RS Sukadana, Lampung Timur.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengungkapkan mahasiswa yang saat ini tengah menjalani perawatan.
Reihana mengatakan mahasiswa tersebut memang merupakan mahasiswa dari Guangzhou, Tiongkok. Namun sebelum pulang mahasiswa tersebut mengaku telah melalui proses karantina selama dua minggu.

”Ya betul dia mahasiswa Guangzhou, menurut dia pernah dikarantina selama 2 minggu disana. Berarti telah lewat masa inkubasinya dan dia diperbolehkan keluar dari Guangzhou,” beber Reihana.

Lebih lanjut, diagnosa mahasiswa tersebut terakhir diketahui sakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis Paru. ”Diagnosa terakhir dia DBD dan ada TB Paru minimal.
Menurut kadis sudah koordinasi dengan dr Pad Dilangga tidak ada indikasi untuk di rujuk dan cukup dirawat di RS Sukadana dengan diagnosa DBD dan TBC Paru minimal,” bebernya.

Reihana mengungkapkan, segala informasi yang tersebar melalui media social harus dicek lebih dahulu.
Karena info hoax akan berimbas pada masyarakat secara langsung dan dapat menimbulkan kepanikan.

”Soal kalau dengar pers release Menkes (Menteri Kesehatan), kepanikan juga akan menurunkan daya tahan tubuh,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, pesan berantai yang tersebar melalui Wats App tentang keberadaan salah seorang warga Lampung Timur yang mengalami gejala mirip serangan virus corona sempat membuat resah masyarakat.

BACA JUGA:  2019, RS Menggala Layani 166 Kasus DBD

Dalam pesan yang beredar disebutkan ada salah satu warga dari salah satu kecamatan di Lamtim yang baru pulang dari Cina berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana, Selasa (3/3) pukul 12.00 WIB. Warga tersebut, mengalami gejala mirip serangan virus corona.

Menanggapinya, Direktur RSUD Sukadana dr. Wayan Widyana menjelaskan, pasisen tersebut berinisial FD (22) warga salah satu kecamatan di Lamtim. Menurutnya, FD meerupakan mahasiswa Indonesia yang baru pulang dari Cina pada 20 Februari 2020 lalu.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan rontgen, FD didiagnosa menderita penyakit TBC.
Kemudian, dari hasil uji laboratorium didiagnosa menderita penyakit demam berdarah dengeu (DBD). “Salah satu keluarga FD saat ini sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit yang ada di Kota Metro karena menderita DBD,”jelas dr.Wayan.

Kendati demikian lanjut dr.Wayan guna mengantisipasi segala kemungkinan, FD saat ini sedang menjalani observasi di ruang isolasi RSUD Sukadana.
Selain itu, RSUD Sukadana juga masih terus berkoordinasi dengan RSUD Achmad Yani dan RSUD AM. “Kami belum dapat memastikan apakah, FD terserang virus corona, karena tidak memiliki peralatan lengkap. Karenanya, kami masih berkoordinasi dengan rumah sakit yang memiliki peralatan lebih lengkap,”papat dr.Wayan. (rma/fei)