Peringati Isra Mi’raj Desa Gedungram Datangkan Ustad Dari Jakarta

13

Radartuba.com, MESUJI--Desa Gedung Ram Kecamatan Tanjung Raya menggelar Peringatan Isra mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan mendatangkan penceramah dari  Jakarta KH Ahmad Itqonul Himam Rantau Lc., MA,Minggu (1/3). 

Kegiatan yang digelar di Masjid Nurul Huda Desa setempat  turut dihadiri oleh Camat setempat I Komang Sutiaka, SH, Kepala Desa (Kades) Gedung Ram, serta beberapa Kades  sekitar  tokoh agama, serta ratusan masyarakat setempat.

Kepala desa Gedungram Rudi Sofyan mengatakan  diselenggarakannya kegiatan tersebut merupakan bentuk peningkatan silaturahmi, serta upaya meningkatkan keimanan masyarakat.

“Kita peringati isra mi’raj Nabi Muhammad SAW, merupakan bentuk menjalin silaturahmi antar masyarakat, serta meningkatkan spiritual dengan terus memperingati setiap tahunnya peristiwa isra dan mi’raj ini,” ungkapnya 

Ia juga berpesan, dengan peningkatan spiritual dapat menyaring isu berita bohong (Hoax) yang memecah belah persatuan umat dengan dalih intoleransi.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan  dapat meningkatkan spiritual iman dan taqwa umat untuk dapat memilah Hoax intoleransi yang akan menciptakan perpecahan antar umat beragama.
“Karna di Desa kita memiliki keberagaman yang kompleks, ada 4 agama, 9 suku, serta 2000 lebih masyarakat,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Gerakan Program (ODF) Kampung Aji Jaya KNPI

Pada ceramahnya, KH Ahmad Itqonul Himam Rantau Lc., MA yang akrab disapa Ustad Ahmad tersebut menuturkan, agar memaknai isra mi’raj sebagai bentuk iman terhadap Allah SWT dengan peristiwa isra dan mi’raj nya Nabi Muhammad SAW.

“Hanya dengan iman kita bisa mempercayai proses isra wal mi’raj, karna hal tersebut tidak bisa dilogikakan, begitulah kuasa Allah SWT,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebagai uman Islam yang cinta akan kerukunan, haruslah diimbangi dengan saling toleransi antar umat beragama.

Dia juga berpesan agar umat islam dapat merawat dan menjaga iman serta dapat mengimplementasikan didalam kehidupan.
“Terhadap hal tersebut semestinya kita Inklusif ke dalam, ekslusif ke luar, artinya kita menjaga iman kita sesama muslim, serta menjaga kerukunan antar umat beragama,” pungkasnya (ngga/mis)