Balita Hydrocephalus Langsung Ditangani Diskes Tubaba

136

Radartuba.com, TUBABA- Guna memastikan kondisi balita penderita Hydrocephalus di Tiyuh Tirta Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) melalui Dinas Kesehatan (Diskes) langsung mengunjungi kediaman sang balita, Selasa (25/2/2020) pagi. Dalam kunjungannya, Diskes Tubaba didampingi sejumlah tenaga medis Puskesmas Candra Mukti dan aparatur tiyuh setempat.

Selain langsung memeriksa kondisi balita tersebut, Diskes Tubaba juga melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa Susu dan Biskuit.”Tahap awal, kita sudah meninjau kondisi ananda Hilda Indriani langsung di rumahnya sekaligus melakukan pemeriksaan. Untuk penanganannya, segera akan kita buatkan BPJS yang dibiayai pemerintah,”ungkap Majril, S.Kep. Ns, MM, Kepala Diskes Tubaba kepada wartawan, Selasa (25/2/2020) siang.

Menurutnya, Diskes Tubaba akan mengawasi perkembangan kondisi kesehatan balita tersebut secara intensif.”Terima kasih atas informasi dari teman-teman pers. Tahap awal sudah kita tindaklanjuti dan kedepan kondisi pasien akan terus kami awasi. Dengan upaya yang kita lakukan ini, kita berharap kondisinya semakin membaik,”harapnya. Diskes juga memastikan bahwa unit ambulance dan tenaga medis, serta pelayanan kesehatan lainnya akan disiapkan ketika dibutuhkan.

BACA JUGA:  Karang Taruna Diharapkan Jadi Pioner Penggerak Pembangunan Kampung

Diketahui, seorang balita di Tiyuh Tirta Kencana, RK 3 RT 10 Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menderita Hydrocephalus atau penumpukkan cairan di rongga otak sejak lahir. Meski sudah berulang kali berobat ke rumah sakit, kepala balita Hilda Indriani (3) masih tetap besar akibat sakit yang dideritanya tersebut.

Bayi kembar anak kedua pasangan Bambang Susilo (44) dan Sri Wahyuni (33) ini, seminggu setelah lahir langsung dilakukan operasi di bagian kepala dan tulang punggung di RS Abdul Muluk Bandar Lampung, namun penyakit tersebut hingga saat ini belum juga sembuh. Kondisi sang balita ini membutuhkan perhatian serius, khususnya dari pemerintah. (ded)