Hama Wereng Mulai Mengintai Tanaman Padi di Tubaba

21

Radartuba.com, TUBABA– Para petani  di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) khususnya di Kecamatan Tulang Bawang Udik, Tulang Bawang Tengah, dan Tumijajar mulai mewaspadai berbagai jenis hama padi. Pasalnya, di sejumlah area persawahan, tanaman padi yang kini telah berumur sekitar 1-2 bulan mulai diserang hama, terutama Hama Wereng. Hal ini harus menjadi perhatian serius dari Dinas Pertanian Kabupaten Tubaba, sebelum serangan hama meluas dan merusak tanaman padi lainnya.

Tolib (38), salah seorang petani di Kecamatan Tulang Bawang Udik mengatakan, jika hama padi tidak benar-benar diwaspadai, dikhawatirkan dapat merusak tanaman pangan tersebut. Sebab, kata dia, serangannya yang tiba-tiba terkadang membuat repot petani.”Sebagai petani, kami hanya bisa berupaya mengantisipasi dan mewaspadainya. Selebihnya, kita hanya bisa melakukan tindakan semampu kami,”ungkapnya saat berbincang-bincang dengan Radar Tuba, Minggu (23/2) sore.

Di area sawah sekitarnya, kata dia, serangan hama masih bisa diatasi, sebab belum tergolong banyak.”Hama pasti ada, sejak awal tanam saja hama wereng memang sudah mulai menyerang tanaman padi, tapi masih bisa diatasi. Petani disini terus berupaya untuk mengatasinya agar tidak meluas. Selain itu, kami juga mengantisipasi kemungkinan serangan hama jenis lainnya,”terangnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Agus (35), petani setempat. Dia mengatakan, hama padi memang sudah mulai menyerang, sehingga berbagai langkahpun dilakukan oleh para petani untuk mengatasinya, mengingat serangan hama masih dinilai belum berbahaya.”Yang jelas, petani disini terus mewaspadainya (hama). Kalau untuk pertumbuhan padi, sampai sekarang masih terbilang normal,”ulasnya.

BACA JUGA:  Tim Mabes Polri Batal Ke Tubaba

Untuk saat ini, lanjut dia,  hama yang mulai menyerang tanaman padi mereka adalah Wereng. Padi yang diserang Wereng, jelasnya, daunnya akan dengan cepat menguning seperti terbakar.”Jika tidak segera diatasi, perlahan-lahan daunnya jadi kering dan mati. Tapi para petani sekarang sudah lebih tanggap mas. Ketika ada tanda-tanda wereng, langsung ditangani dengan cara disemprot sehingga tidak meluas,”tandasnya.

Menurutnya, waktu yang paling kritis terserang hama memang pada masa perawatan. Sebab, imbuhnya, di masa-masa tersebut para petani sering kecolongan.”Awalnya padi memang terlihat bagus dan tumbuh subur, tapi kadang tidak disangka serangan hama secara tiba-tiba bisa merusaknya, inilah yang harus benar-benar kami waspadai. Kalau kecolongan bisa bahaya tanaman padi kami, dan jika itu terjadi maka terancam juga panennya,”tukasnya. Sementara itu, hingga berita ini dirilis Dinas Pertanian Tubaba belum bisa dimintai tanggapan mengenai serangan hama tersebut. (ded)