Tekan Angka Pengangguran, Kakam Bujung Tenuk Kagungan Dalam Bangun Pasar

27

Radartuba.com, MENGGALA-Wujud nyata ingin merubah keadaan perekonomian masyarakat kelas bawah turut terlihat dalam diri Kepala Kampung (Kakam) Bujung Tenuk Kagungan Dalam dengan membangun pasar.

Pasar yang terletak dilapangan depan Balai Kampung Bujung Tenuk Kagungan Dalam, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) menjadi salah satu pasar mingguan yang akan dikembangkan.

Madya Putra menerangkan niat dan tekad serta upayanya ingin menekan angka pengangguran telah terwujud dengan dibangunnya pasar mingguan tersebut.

Pasar itu didirikan sebagai upaya untuk mengangkat perekonomian masyarakat kelas bawah, terutama masyarakat yang tidak memiliki mata pencarian jelas atau menganggur.

“Dengan adanya pasar ini saya berharap masyarakat yang tidak memiliki penghasilan bisa memulai usaha dengan cara berdagang.

Dengan demikian maka mereka akan memiliki penghasilan dan adanya kemandirian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari”,ucap Madya.

Selain itu,Dia juga ingin memberdayakan SDM dan SDA yang ada di Kampung Bujung Tenuk Kagungan Dalam.Karena potensi yang ada di kampungmya sangat luar biasa dan banyak yang bisa dimanfaatkan.

BACA JUGA:  Antusias Masyarakat Kecamatan Banjar Baru Terima Kedatangan Disdukcapil

“Nantinya juga masyarakat akan dibina untuk menanam segala macam tanaman sayuran kemudian di pasar tersebut masyarakat akan menjual hasil taninya”,jelas Madya.

Pasar minggguan ini akan dibuka setiap hari Minggu, Selasa, Kamis dan pedagangnya terbuka untuk umum, jelas Madya Putra saat ditemui Harian Radar Tuba, Senin (17/2).

Pembangunan pasar ini salah satu pembangunan yang diharapkan oleh masyarakat luas, dan sudah disepakati oleh seluruh lapisan masyarakat saat musrenbang dilaksanakan.

Usulan dari seluruh Aparatur Kampung RT, Kadus, serta seluruh masyarakat menjadi salah satu keterlibatan mereka dalam proses pembangunan pasar tersebut, ucap Madya Putra.

“Semoga adanya pasar ini, angka penggangguran Di Kampung Bujuk Tenuk Kagungan Dalam bisa semakin berkurang.Kemudian masyarakat juga tidak lagi bingung kemana akan menjual hasil taninya”, harap Madya Putra. (Bud)