SMA di Tubaba Siap Gelar UNBK, Ketua MKKS : 1.517 Peserta Sudah Terdaftar Dalam DNT BSNP

15

Radartuba.com, TUBABA- Sebanyak 1.517 siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Tulang Bawang Bawang Barat (Tubaba) siap diikutsertakan dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun Pelajaranan 2019/2020 yang akan berlangsung serentak pada tanggal 30 Maret- 2 April 2020. Seluruh peserta UNBK yang berasal dari 16 SMA ini sudah masuk dalam Daftar Nominasi Tetap (DNT) pada Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Berdasarkan data dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Tubaba, UN SMA di kabupaten setempat akan digelar di 14 SMA Negeri dan 2 SMA Swasta. Secara rinci, SMAN 1 Tumijajar 350 peserta, SMAN 2 Tumijajar 191 peserta, SMAN 3 Tumijajar 31. Lalu SMAN 1 Tulang Bawang Tengah 228 peserta, SMAN 2 Tulang Bawang Tengah 137 peserta, SMAN 3 Tulang Bawang Tengah 51 peserta.

Kemudian, SMAN 1 Tulang Bawang Udik 51 peserta, SMAN 2 Tulang Bawang Udik 117 peserta, SMA PGRI 1 Tumijajar 10 peserta,, SMAN 1 Pagar Dewa 115 peserta, SMAN 1 Gunung Agung 113 peserta, SMAN 1 Gunung Terang 69 peserta, SMAN 1 Lambu Kibang 6 peserta, dan SMAN 1 Way Kenanga sebanyak 5 peserta, SMAN 1 Batu Putih 33 peserta, SMA Lentera Harapan Gunung Agung 10 peserta.

Dari jumlah seluruh peserta tersebut, peserta dari jurusan IPA ada sebanyak 706 siswa, sedangkan jurusan IPS sebanyak 811 siswa.”Sebenarnya ada 18 sekolah yang tergabung di MKKS SMA Kabupaten Tubaba, tapi untuk SMAN 4 Tumijajar belum menggelar UN tahun ini, karena belum ada kelas XII-nya. Sedangkan SMA Lebung Kaccah Indah sudah tidak ada siswanya,”ungkap Ketua MKKS SMA Kabupaten Tubaba Drs. Pujiyanta, M.Pd saat ditemui Radar Tuba di ruang kerjanya, Sabtu (15/2/2020) pekan lalu.

Menurutnya, semua sekolah sudah wajib melaksanakan UNBK, namun satu sekolah di Tubaba belum bisa melaksanakannya secara mandiri, sehingga harus bergabung dengan sekolah terdekat dalam pelaksanaan ujian nanti.”SMAN 1 Lambu Kibang yang akan bergabung ke SMAN 1 Pagar Dewa, karena belum bisa mandiri. Selain dikarenakan kelengkapan fasilitas pendukung yang belum cukup memadai, jumlah siswanya juga sedikit. Itu tidak masalah karena memang diperbolehkan bergabung ke sekolah lain,”terangnya.

BACA JUGA:  Penderita Kanker Payudara Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

Sementara mengenai Mata Pelajaran (mapel) yang akan diujikan, Pujiyanta menyatakan masih sama dengan tahun lalu, yakni peserta UN akan dihadapkan dengan Mapel Wajib dan Mapel Pilihan. Untuk Mapel Wajib yang harus diikuti oleh seluruh peserta yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Sedangkan Mapel Pilihan jurusan IPS antara lain Geografi, Sosiologi, dan Ekonomi, sementara jurusan IPA adalah Fisika, Kimia, dan Biologi.

“Untuk mapel pilihan itu terserah siswa mau pilih yang mana, tapi hanya satu mapel saja. Artinya, dengan adanya mapel pilihan ini siswa sudah bisa menentukan arah dan spesifikasi untuk menuju perguruan tinggi. Misalnya mau daftar jurusan farmasi maka bisa saja memilih Kimia, tapi dalam hal ini sekolah tidak ada intervensi melainkan sesuai dengan kemauan siswa saja memilih yang mana,”bebernya.

Disinggung mengenai indikator kelulusan, Kepala SMAN 1 Tumijajar ini menyatakan bahwa berapapun hasilnya (nilai) akan tetap lulus dan mendapatkan ijazah. Tapi, imbuhnya, tetap ada Kriteria Pencapaian Kompetensi Lulusan, yakni kategori SANGAT BAIK nilai lebih dari 85, kategori BAIK 70-85, kategori CUKUP nilai 55-70, dan masuk kategori KURANG jika nilai kurang dari atau sama dengan 55.”Yang jelas, siswa diharapkan tetap berjuang semaksimal mungkin, karena nilai mereka tetap mempengaruhi pendidikan ke jenjang berikutnya. Sebab, setiap perguruan tinggi ataupun satuan pendidikan diatas SMA tentu memiliki standar nilai dalam penerimaan peserta didik,”harapnya. (ded)