46 Orang Terjaring Razia, 4 Orang Positif Narkoba dan 1 Terkena HIV

8
Kepala Bidang penegakan perda Ade Erlina dari Pol PP didampingi Plt Kadis Sosial Suhaimi SE melakukan Razia warung remang-remang di Moro-Moro Register 45. Foto Ist Radar Tuba

Radartuba.com, MESUJI-Untuk memberantas Penyakit Masyarakat (Pekat) serta peredaran narkoba di Kabupaten Mesuji, Bupati Mesuji menginstruksikan untuk menggelar penertipan di wilayah tempat hiburan di Moro-moro register 45 yang diduga terjadi peredaran minuman keras (Miras) Narkoba,serta aktivitas prostitusi.
Giat operasi tersebut Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Mesuji Nomor 331.1/647/IV.19/MSJ/II/2020 yang dilaksanakan oleh tim gabungan dari Polisi Resort (Polres) Mesuji, Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP), Koramil 0402-09 Mesuji serta dinas terkait.
Kepala Satpol-PP, Drs. Widada Prawira melalui Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah (Perda), Ade Erlina Indah mengungkapkan, kegiatan tersebut ditujukan sebagai bentuk penegakkan Perda Kabuparen Mesuji.
“Ya kita laksanakan operasi berdasarkan Perda no. 04 Th 2015 tentang Izin Mendirikan Bangunan, Perda No 05 Th 2015 tentang Izin Lokasi, Perda No 08 Th 2016 tentang Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol, serta Perda Ketentraman dan ketertiban Umum Kabupaten Mesuji,” ungkap Ade kepada Radar Tuba.Minggu (9/2).
Ade juga menjelaskan, dari hasil penjaringan di 35 lokasi warung remang-remang, telah mengamankan 5 dus minuman beralkohol tanpa izin, serta mengamankan 46 orang dari pekerja, pengunjung, mucikari.
“Ya kita telah mengamankan sebanyak 46 orang disana,selanjutnya dilakukan tes HIV dan Tes Narkoba oleh Dinas kesehatan mesuji, hasilnya didapat 1 orang positif HIV dan 4 orang positif pengguna Narkoba,” tambahnya.
Ia menambahkan, agar kedepannya tidak ada lagi kegian tersebut, agar tercipta rasa aman di wilayah kabupaten Mesuji khususnya.
“Kita berharap aktifitas serupa tidak lagi berlangsung di sana serta lokasi lain di wilayah pemerintahan Kabupaten Mesuji, agar tercipta keamanan, ketentraman, serta ketertiban didalam masyarakat,” pungkasnya.(ngga/mis)