Dinkes Tuba Lakukan Sosialisasi Pencegahan DBD

39

Radartuba.com, Tulang Bawang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) terus melakukan sosialisasi terkait pencegahan menyebarnya wabah penyakit demam berdarah (DBD) dengan melaksanakan fogging di daerah Tulang Bawang, Rabu (5/02/2020)

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Fatoni, mengatakan dengan adanya peningkatan curah hujan yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Tulang Bawang dan sekitarnya masyarakat perlu mewaspadai penyakit yang disebarkan nyamuk Aedes Aeghepty, yakni demam berdarah dengue (DBD).

Oleh sebab itu barang-barang bekas seperti ban, kaleng, harus dibuang. Sedangkan selokan harus dibersihkan, dan barang Iain yang bisa menampung genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk perlu adanya pemusnahan dengan cara dikubur.

“Selain itu juga harus menerapkan 3 M (Mengubur, Menguras,dan Menutup ) pada setiap tempat lingkungan (kampung),” katanya.

Selain itu kesadaran tersebut tidak hanya berada pada tingkat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tulang Bawang, tetapi juga mengajak pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di seluruh kecamatan yang ada di Tulang Bawang terus melakukan pengawasan.

Ini penting, karena Dinkes Kabupaten Tulang Bawang sudah melakukan sosialisasi terkait pencegahan dan fogging guna mengantisipasi bahaya penyebaran nyamuk Aedes Aeghepty, yakni demam berdarah dengue (DBD).

BACA JUGA:  Wakapolres : Dua Esensi Yang Didapatkan Ketika Melaksanakan Upacara

Lanjutnya, Fatoni mengatakan pihak dinkes telah berusaha secara maksimal dalam upaya melakukan pencegahan, penanganan dan tindakan terhadap ancaman penyebaran kasus DBD.

Fatoni menegaskan, langkah nyata yang telah dilakukan dalam upaya pencegahan penyebaran DBD diantaranya yakni gerakan fogging, sosialisasi 3 M, yakni menutup, menguras, mengubur barang – barang bekas.

Ia menjabarkan, upaya pencegahan dan penanganan kasus DBD telah diintruksikan kepada masing – masing Puskesmas, untuk melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat umum untuk melakukan langkah 3 M.

“Secara serentak pihak Puskesmas secara aktif dan maraton melakukan sosialisasi pencegahan DBD. Harapannya adalah dapat menekan terjadinya serangan DBD,” ujarnya, Rabu (5/02/2020).

Sejauh ini, ditemukan sekitar 31 pasien DBD yang tersebar di beberapa Puskesmas, Semuanya dapat ditangani secara baik dan maksimal sehingga pasien dapat disembuhkan.

“Sosialiasi tersebut tetap kita Iakukan untuk terus menekan adanya DBD,” katanya.

Selain itu, dia mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan menghindari perilaku yang berpotensi dapat menyebabkan penyebaran penyakit DBD, “Imbuhnya”.

“Jadi masyarakat Harus rajin mengecek lingkungan supaya jangan banyak genangan, saluran air Iancar, termasuk jangan buang sampah sembarangan,” tutupnya. (ndo)