Dua Bulan, Diskes Catat 32 Kasus DBD

59

Eka Riyana : Terbanyak Di PKM Daya Murni 

Radartuba.com, TUBABA-Masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) harus meningkatkan kewaspadaannya terhadap serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, penyakit yang disebabkan oleh Nyamuk Aides Aigepty itu mulai menyerang di bumi Ragem Sai Mangi Wawai. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Tubaba, sepanjang Desember 2019 hingga Januari 2020 ini tercatat ada sebanyak 32 kasus DBD di daerah setempat.

Eka Riyana, S.Kep, M.Kes, Kabid Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit pada Diskes Tubaba mengatakan, 32 kasus DBD di Tubaba tersebut tersebar di 9 Puskesmas (PKM). Antara lain di PKM Panaragan  Jaya (6 kasus), PKM Daya Murni (13 kasus), PKM Mulyo Asri (4 kasus), PKM Karta Raharja (2 kasus), PKM Candra Mukti (1 kasus), PKM Margo Dadi (3 kasus), PKM Toto Mulyo ( 1 kasus), PKM Toto Katon (1 kasus),  dan PKM Mercubuana (1 kasus).”Hingga saat ini kasus DBD terbanyak di Puskesmas Daya Murni, yakni 13 kasus,”ungkapnya kepada radartuba.com saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (27/1/2020) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Namun menurutnya, tidak ada kasus meninggal akibat serangan DBD tersebut. Meski begitu, Ia mengakui bahwa ada laporan pasien meninggal dari pihak rumah sakit pada kasus bulan Desember, namun ternyata bukan karena murni terserang DBD melainkan disebabkan penyakit lainnya.”Kalau di masyarakat tahunya karena DBD, tapi berdasarkan laporan dari rumah sakit bukan karena DBD tunggal, tapi ternyata disebabkan adanya kelainan jantung pada pasien,”terangnya.

Eka menjelaskan, saat ini informasi dari setiap puskesmas ataupun klinik langsung terkoneksi secara online ke Diskes Tubaba. Dengan demikian, laporan pihak Puskesmas, rumah sakit, ataupun klinik yang disertai hasil laboratorium dapat langsung ditindaklanjuti.”Setelah laporan yang kami terima menyatakan positif DBD, Diskes melalui puskesmas langsung turun melakukan  Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk memastikan apakah di wilayah sekitar tempat tinggal pasien itu ada jentik nyamuk penyebab DBD atau tidak. Kalau tidak ada berarti pasien terserang DBD bukan dari wilayah tersebut, dan jika ditemukan jentik maka langsung kita tangani,”paparnya.

BACA JUGA:  Bupati Umar Ahmad Sampaikan LKPj 2019, Pendapatan 100,84%-Belanja 88,33%

“Yang jelas, semua kasus yang dilaporkan tersebut sudah kami tangani dengan melakukan fogging di sekitar tempat tinggal pasien dan warga sekitat juga sudah kami bagikan bubuk Abate. Hal ini kami lakukan dalam upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai langkah pencegahan agar jika memang ada jentik atau bibit nyamuk maka dapat musnah melalui fogging tersebut. Yang jelas, setiap kasus DBD di Tubaba langsung kita tangani dan diawasi secara intensif,”tandasnya.

‎Fogging sebenarnya merupakan langkah terakhir dalam pencegahan maupun pemberantasan DBD. Sebab menurut Eka, kebersihan lingkungan adalah faktor utama terbebas dari DBD. Sebenarnya, lanjut Eka, sejak jauh hari Diskes Tubaba telah melakukan langkah guna kesiagaan dalam mewaspadai DBD ataupun Penyakit Chikungunya, yakni dengan melakukan sosialisasi dan kontrol terhadap masyarakat melalui Puskesmas yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Tubaba.

“Kami selalu menghimbau agar masyarakat dapat terus meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta menerapkan kebiasaan 3M Plus, yakni Menguras dan Menutup penampungan air, serta Mengubur barang bekas yang bisa menampung air, sehingga tidak ada jentik nyamuk yang bisa berkembang biak. Kemudian pemberian larvasida, dan penggunaan kelambu, serta penggunaan obat nyamuk,”pungkasnya. (ded)