Tulung Bileu Meluap, Ponpes Nurul Qur’an Daya Murni Terendam Banjir

26

Radartuba.com, TUMIJAJAR- Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) pada Senin (20/1/2019) malam hingga Selasa (21/1/2020) dini hari membuat debit air sungai meningkat, salah satunya yakni di aliran Sungai Way Tulung Bileu di Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar. Akibat luapan air sungai tersebut, Pondok Pesantren (ponpes) Nurul Qur’an di Lingkungan 2 RW 2 RT 2 Kelurahan Daya Murni yang berada tepat di sisi sungai ikut terendam banjir.Berdasarkan pantauan dan informasi yang didapat, luapan sungai sempat menggenangi ruang kelas dan asrama santri hingga mencapai ketinggian 50-75 sentimeter. Seratusan santri pun terpaksa diungsikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Genangan air saat ini sudah berangsur surut, namun pihak ponpes tetap khawatir banjir kembali terjadi. Hal ini melihat tanda-tanda masih akan turun hujan di wilayah setempat. Selain itu, debit air saat ini juga masih rata dengan drainase.”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, semua aman. Tapi akibat banjir ini, terpaksa aktivitas KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di ponpes ini untuk sementara dihentikan. Sebab, kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas seperti biasanya,”ungkap Jasudin, Penasehat Ponpes Nurul Qur’an saat dihubungi radartuba.com, Selasa (21/1/2020) siang.Menurutnya, selain curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan air sungai meluap, banjir disebabkan oleh aliran sungai yang kurang lancar. Sebenarnya, kata dia, kondisi sungai sudah baik, mengingat Pemkab Tubaba sudah melakukan normalisasi di aliran sungai itu, dan kedalaman maupun lebar sungai juga sudah cukup.”Hanya saja diujung sungai, aliran airnya tidak lancar karena harus berbelok terlebih dahulu sebelum masuk ke aliran Sungai Way Pengacaran, sementara debit air sangat tinggi tadi malam. Nah, mungkin di bagian itu yang nantinya harus dilebarkan lagi,”ulasnya.Saat ini, lanjut Jasudin, pihak ponpes dibantu para santri sedang berupaya membersihkan lokasi banjir, termasuk sampah-sampah yang ada di aliran sungai akibat terbawa arus.”Yang jelas, kami akan berusaha secepat mungkin bisa dibersihkan, agar aktivitas santri bisa kembali normal,”tukasnya. Kondisi terakhir, debit air semakin surut, namun para santri tetap dihimbau untuk waspada dan berhati-hati. Untuk memastikan keamanan para santri, mereka untuk sementara diungsikan di masjid ponpes tersebut. (ded)