Pagelaran Sharing Time Megalithic Millenium Art Akan Dihadiri Nadiem Makarim

128

Radartuba.com, TUBABA– Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) akan menggelar Acara Bertajuk Sharing Time Megalithic Millennium Art pada tanggal 22-26 Januari 2020. Acara berkonsep sarasehan, workshop, dan pertunjukan tersebut akan berlangsung di Kota Budaya Uluan Nughik, Sesat Agung Komplek Islamik Center Tubaba, Las Sengok di Tiyuh Karta, dan Situs Patung Megow Pak Tubaba.

Acara ini digagas oleh Bupati Tubaba Hi.Umar Ahmad, SP, dan Almarhum Suprapto Suryodarmo sebelum dia meninggal. Suprapto Suryodarmo adalah seniman yang dikenal luas melalui sebuah metode performance yang bernama “Joget Amerta”. Sebagai metode olah gerak, Joget Amerta menekankan pada pencarian ke dalam inner dari diri si penari itu sendiri, lalu membangun kesadaran akan hubungan dengan lingkungan sekitar, manusia dan Tuhan.

Joget Amerta bukanlah tari dalam pengertian teknis dan memiliki teknik-teknik gerak yang baku, tetapi seperti apa yang dikatakan oleh Maestro Sardono W Kusumo apa yang dilakukan Suprapto Suryodarmo justru menjadi lebih penting karena dia mampu menciptakan atmosfer tari itu sendiri. Bahkan sebagian orang menyebut Joget Amerta sebagai meditasi gerak.

Disatu sisi, Umar Ahmad selaku Bupati Tubaba memiliki visi menjadikan daerah itu sebagai satu wilayah yang memiliki atmosfer kebudayaan, sekaligus wilayah yang memiliki wawasan ekologis. Dirinya percaya bahwa melalui pendidikan kesenian dan lingkungan, manusia bisa berubah menjadi lebih baik, menjadi lebih beradab dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, anak-anak di Tubaba bisa berlatih kesenian seperti teater, sastra, seni rupa, musik, film, fotografi dan tari. Selain itu, juga berlatih pendidikan ekologi untuk membangun kesadaran dalam praksis sehari-hari, menumbuhkan kesadaran seperti tidak membuang sampah sembarangan, pengurangan sampah plastik, menanam pohon hingga pengetahuan pertanian permakultur.

BACA JUGA:  Pererat Silaturahmi dan Sinergitas, Kapolres Tuba Silaturahmi ke PWI Tubaba

Sementara itu, dengan mengangkat tema Sharing Time: Megalithic Millennium Art menunjukan pertemuan dua tradisi. Mbah Prapto, sapaan akrab almarhum Suprapto Suryodarmo, selama puluhan tahun berlatih Joget Amerta di situs-situs Megalitik (selain candi), sebagai ruang sunyi yang mendekatkan diri dengan alam, Tuhan dan peradaban masa silam. Sedangkan Millennium merujuk pada manusia dan situasi masa kini, berkorelasi pula pada masifnya pendidikan kesenian dan lingkungan pada anak-anak di Tubaba berkat wawasan, sebab merekalah sesungguhnya pemilik Tubaba di masa depan.

Artinya, tema Sharing Time: Megalithic Millennium Art memiliki spektrum pengertian teramat kaya.”Kita akan lebih memahaminya dalam seluruh gelaran acara nanti, yakni berupa sarasehan, workshop dan pertunjukan,”ungkap Bupati Umar Ahmad. Menurut rencana, acara ini akan dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim.

Pejabat Negara yang juga akan hadir adalah Hilmar Farid ( Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) yang akan menjadi pembicara dalam sarasehan dengan tajuk “ Membangun Manusia Lewat Jalan Kebudayaan”. Kemudian, para penyaji yang akan hadir diantaranya adalah Andy Burnham ( Arkeolog, pendiri dan editor web Megalithic Portal, Inggris), Alex Gebe (Seniman, anggota Teater Kober, Lampung), Ari Rudenko ( Seniman lintas disiplin dari Amerika Serikat), dan Anna Thu Schmidt (Jerman). (rls/ded)