Awas!!!!Virus Flu Burung Mulai Merebak di Tubaba

38

Radartuba.com, TUBABA- Di awal musim hujan ini, virus Flu Burung mulai merebak di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Puluhan ternak unggas di sejumlah wilayah di Tubaba mati mendadak, dan diduga kuat terserang virus H5N1 penyebab penyakit Avian Influenza (AI), atau yang lebih dikenal dengan sebutan Flu Burung tersebut. 

Berdasarkan data dan laporan yang diterima Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Tubaba, hingga saat ini baru tercatat ada sekitar 70-an ternak unggas yang terjangkit Flu Burung. Laporan ini berasal dari 6 (enam) tiyuh di 3 (tiga) kecamatan. Yakni, di Tiyuh Candra Jaya dan Mulyo Asri Kecamatan Tulang Bawang; Margo Mulyo dan Margo Dadi Kecamatan Tumijajar; lalu Tiyuh Karta Raharja dan Kagungan Ratu Kecamatan Tulang Bawang Udik.

“Angka tersebut kemungkinan dapat bertambah, karena di kecamatan wilayah seberang juga ada info mengenai Flu Burung, tapi belum ada laporan resmi dari petugas kami di lapangan,”ungkap Desie Andriyani, SP, MM, Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) pada Disnak Tubaba didampingi Kasi Keswan drh. Irwan Sutrisno, saat dikonfirmasi radartuba.com, Selasa (14/1/2020).

Untuk mengantisipasi agar tidak meluas, Disnak Tubaba telah menyiapkan 60 ribu dosis Vaksin Flu Burung. Untuk mendapatkannya, masyarakat atau peternak bisa langsung ke Kantor Disnak Tubaba atau menghubungi Petugas Inseminator, Puskeswan, dan paramedis yang ada di kecamatan.”Masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya, karena vaksinnya akan diberikan secara gratis,”ujarnya.

Diakuinya, jumlah vaksin yang disiapkan belum mencukupi jika dibandingkan dengan jumlah populasi unggas yang ada di Tubaba. Data terakhir Disnak Tubaba, jumlah populasi ada sekitar 200-an ribu unggas. “Tapi, sasaran kita adalah Ayam Kampung, karena ini yang bahaya dan rentan terjangkit Flu Burung. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat beternak dengan cara meliarkan hewan ternaknya sehingga rentan terkontaminasi penyakit,”terangnya.

BACA JUGA:  Bisa Diagnosis Online, Masih Perlukah Datang ke Dokter?

Menurutnya, untuk peternakan skala besar seperti budidaya Ayam Potong pihaknya tidak begitu khawatir, sebab mereka memang sudah ada program vaksinasi dalam pengelolaan budidayanya. Apalagi, kondisinya memang terkandang sehingga aman.”Tapi yang jelas, baik itu masyarakat ataupun peternak skala besar, kami berharap ada kerjasama khususnya dalam hal memberikan informasi ketika ada unggas yang mati mendadak terlebih dalam jumlah besar. Nantinya, tim PDSR (Participatory Disease Survellense and Respons) atau Tim Gerak Cepat Penanganan Flu Burung akan terjun ke lapangan melakukan penanganan,”imbuhnya.

Kasi Keswan drh. Irwan Sutrisno menambahkan, munculnya penyakit Flu Burung ini dipengaruhi oleh pergantian musim dan cuaca ekstrim belakangan ini. Tidak hanya Flu Burung, hal ini juga berdampak munculnya bibit penyakit lainnya.”Artinya, selain vaksin, langkah antisipasi ini juga harus didukung oleh kesadaran masyarakat atau peternak terutama dalam menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak unggasnya,”lanjut Irwan.

Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh peternak sebagai upaya pencegahan adalah dengan menerapkan biosecurity dan pengandangan ternak.”Untuk kandang tidak hanya kandang kecil, tapi usahakan pagar keliling agar ternak tidak terkontaminasi. Lalu, penyemprotan desinfektan secara rutin juga penting dilakukan untuk pencegahan sekaligus pemberantasan bibit penyakit agar tidak berkembang biak,”pungkasnya. (ded)