Air Irigasi Mengalir, Petani Langsung Garap Sawah

16

Radartuba.com, TUBABA– Para petani padi di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mulai mengolah areal persawahan teknik irigasi milik mereka. Hal ini menandakan, musim tanam padi pertama (rendeng) Masa Tanam 2019/2020 dimulai. Sebagian petani‎, khususnya di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Udik, dan Tumijajar sudah membajak sawahnya, bahkan beberapa dari mereka mulai menyemai bibit.

Musim rendeng tahun ini memang sudah dinanti para petani. Sebab, pada masa tanam sebelumnya (2018/2019) tidak dilaksanakan tanam kedua atau gadu (periode April-September) khususnya pada sawah teknik irigasi. Hal tersebut lantaran adanya perbaikan jaringan irigasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Sub Unit Daerah Irigasi (DI) Way Rarem. Adapun petani yang tetap nekat gadu, akhirnya terpaksa terhenti di tengah jalan akibat tanaman padi mereka kekurangan pasokan air. Dampaknya, produksi padi di Tubaba juga menurun drastis. 

“Alhamdulillah mas, kami sudah bisa menanam padi lagi. Sebab pasokan air dari Bendungan Way Rarem untuk musim rendeng ini sudah mulai mengalir sejak beberapa hari yang lalu. Yang jelas, sudah sekitar seminggu ini kami mulai beraktivitas di sawah, bahkan sebagian sudah ada yang mulai menyemai bibit,”ungkap Edi (37), salah satu petani di Kecamatan Tulang Bawang Udik saat berbincang-bincang dengan Radar Tuba, Minggu (5/1/2020) sore. 

Menurutnya, waktu yang ada saat ini digunakan para petani untuk membajak lahan. Bajakan pertama sudah mulai dilakukan, dan tahap selanjutnya menunggu pasokan air dialirkan sepenuhnya hingga ke sawah, serta menunggu kesiapan bibitnya.”Yang jelas, persiapannya tetap seperti yang sudah-sudah, ketika bibit siap tanam lahannya juga sudah siap untuk ditanami,”ulasnya.

BACA JUGA:  Jelang USBN dan UNBK SR 06.05 Gelar Rakor di SMPN 1 Rawajitu Selatan

Sama dengan petani lainnya, dia juga berharap hasil panen mereka musim ini dapat meningkat, apalagi sebelumnya mereka tidak dapat melaksanakan gadu. Untuk mencapai itu, lanjutnya, tentu harus didukung dari semua segi, mulai dari pasokan air yang merupakan kebutuhan vital dalam budidaya padi teknik irigasi, hingga potensi serangan hama terhadap tanaman padi mereka yang harus diantisipasi semua pihak.”Air harus maksimal dan hama harus bisa teratasi dengan tuntas. Jika itu terpenuhi, kami yakin hasil panen kami meningkat. Namun, pemupukan dan perawatan juga tentunya sangat mempengaruhi,”tandasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kardi (45). Menurutnya‎, musim rendeng memang sangat ditunggu oleh petani, terlebih bagi mereka yang hanya menggantungkan hidup dari hasil sawah. Sebab, pada musim rendeng ini semua petani memiliki kesempatan untuk menanam padi.”Kami menaruh harapan besar pada hasil panen nanti. Kami berharap, musim tanam ini tidak ada kendala, baik masalah pasokan air maupun serangan‎ hama,”tukasnya. Berdasarkan pantauan di beberapa area persawahan, petani sudah mulai menyemai bibit. Beberapa titik areal persawahan pun sudah dibajak tahap pertama.(ded)