Berlaku 1 Januari, UMK Tubaba 2020 Ditetapkan Sebesar Rp2.472.144,09,-

149

Radartuba.com, TUBABA– Gubernur Lampung menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) tahun 2020 mendatang sebesar Rp2.472.144,09,-. Nilai UMK ini sesuai dengan Permohonan Bupati Tubaba yang diajukan kepada Gubernur Lampung melalui surat Nomor: 090/666/I.07/II.13/TBB/2019, tanggal 7 November 2019. Berdasarkan SK Gubernur tersebut, ketetapan UMK 2020 tersebut berlaku mulai 1 Januari 2020.

Terkait penetapan UMK Tubaba 2020 tersebut, Pemkab Tubaba melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) setempat mengingatkan pihak perusahan yang beroperasi di wilayah setempat untuk menerapkan UMK sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Lampung Nomor : G/803/V.07/HK/2019 tanggal 21 November 2019, tentang Penetapan UMK Tubaba tahun 2020 tersebut. Jika hal ini tidak dilakukan, maka perusahaan yang melanggar keputusan gubernur tersebut terancam diberikan sanksi.

“Hal ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, dan Sanksi yang bisa diberikan mulai dari teguran hingga penutupan perusahaan. Dalam SK Gubernur tersebut ditegaskan pula bahwa bagi perusahaan yang telah memberikan upah lebih besar dari ketentuan UMK tersebut tidak diperbolehkan mengurangi dan atau menurunkan upah dimaksud. Jadi, pihak perusahaan jangan main-main dengan ketetapan UMK ini,”ungkap Hasan Badri, SH, Kepala Disnakertran Kabupaten Tubaba, melalui Kasi Pengupahan, Kelembagaan dan Kesejahteraan Pekerja Hendra N, S.Sos, saat dikonfirmasi radartuba.com, Senin (16/12) siang.

Untuk itu, pihaknya menghimbau agar para pekerja segera melapor jika perusahaan tempatnya bekerja memberikan upah yang tidak sesuai dengan besaran UMK tahun 2020 atau jauh dibawah UMK yang telah ditetapkan pemerintah.”Setiap laporan yang masuk akan kami tindaklanjuti, dan tim yang akan turun., Meski tidak ada laporan, kami tetap akan melakukan evaluasi ke perusahaan-perusahaan terkait penerapan UMK di kabupaten ini,”tegasnya.

BACA JUGA:  Kinerja Damkar Dinilai Lambat dan Tidak Siap, Sujatmiko : Kendala di Lapangan Diluar Dugaan

Menurutnya, hal ini dilakukan guna memastikan hak para pekerja diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hasan Badri menjelaskan, ada dua kepentingan yang berbeda antara perusahaan dan karyawan, namun kepentingan itu jangan sampai saling merugikan satu sama lain, tetapi bisa saling menguntungkan.”Artinya, perusahaan diuntungkan dengan kerja para karyawan, karyawan juga diuntungkan dengan upah atau gaji yang layak,”tandasnya.

Diketahui UMK Tubaba tahun 2020 diusulkan bupati berdasarkan hasil Sidang Pleno Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) Tubaba pada 6 November lalu yang melibatkan beberapa unsur, diantaranya dari unsur Pemkab Tubaba, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kabupaten setempat, serta dari unsur Pakar dan Perguruan Tinggi (akademisi). Sementara berdasarkan SK Gubernur tersebut, UMK Tubaba tahun 2020 mengalami kenaikan Rp193.880,25,-, mengingat UMK Tubaba tahun 2019 yang ditetapkan melalui SK Gubernur Lampung Nomor : G/554/V.07/HK/2018, tanggal 21 November 2018 tentang Penetapan UMK Tubaba Tahun 2019, adalah sebesar Rp2.278.263,84,-.(ded)