Apresiasi Program Pemkab Tubaba, Ibu Tirto Utomo Hibahkan Satu Rumah Tradisional Lampung

57

Radartuba.com, TUBABA- Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus berusaha untuk menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, terutama kepada mereka yang peduli dalam upaya pelestarian rumah-rumah adat, baik itu lembaga maupun perorangan. Hal ini dilakukan lantaran Program Pelestarian Arsitektur Tradisional Lampung menjadi salah satu prioritas pemkab setempat guna menciptakan destinasi wisata berkonsep adat dan budaya, dengan tidak mengabaikan nilai-nilai edukasi di dalamnya.

Perlu diketahui, Program Pelestarian Arsitektur Tradisional Lampung yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tubaba ini adalah bentuk keseriusan Pemkab setempat dalam upayanya melestarikan kekayaan adat dan budaya di daerah setempat. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan menempatkan Taman Budaya di Kawasan Kota Uluan Nughik yang berlokasi di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Beberapa Rumah Adat Tradisional Lampung sudah berdiri kokoh di lokasi itu, bahkan pengunjung pun mulai ramai berdatangan ke kawasan Taman Budaya Kota Uluan Nughik tersebut.

Untuk mewujudkan itu semua, Bupati Tubaba Umar menggandeng arsitek Yori Antar yang lebih dikenal dengan panggilan Pendekar Arsitektur Nusantara, beliau merupakan pendiri dari Yayasan Rumah Asuh. Kemudian Gede Krisna, pemilik Rumah Intaran Bali, seorang arsitektur yang selama ini dikenal konsisten dalam melestarikan budaya dan membantu kesejahteraan rakyat Indonesia. Arsitektur diyakini dapat menjadi sebuah alat untuk merealisasikan nilai-nilai budaya melalui sebuah bangunan.

Hal yang sama pun terus dilakukan. Kali ini, Pemkab Tubaba kembali melakukan upayanya dengan membangun komunikasi dengan Yayasan Tirto Utomo – Jakarta. Diketahui, yayasan tersebut juga dikenal sebagai salah satu yayasan yang sangat peduli dengan kekayaaan adat dan budaya tradisional, salah satunya yakni dengan membantu merevitalisasi rumah-rumah adat di berbagai daerah di Indonesia.

BACA JUGA:  Target Dimulai Akhir Tahun, Bagian Hukum Segera Susun Perbup Transaksi Non Tunai

Upaya Pemkab Tubaba tersebut pun membuahkan hasil, sebab Ny. Tirto Utomo akan memberikan 1 (satu) unit Rumah Tradisional Lampung kepada Pemkab Tubaba yang dihibahkan melalui Yayasan Rumah Asuh (Yori Antar). Hal ini sebagai bentuk dukungan dan apresiasi beliau terhadap Program Pelestarian Arsitektur Tradisional Lampung tersebut. Dengan demikian, koleksi Rumah Adat Tradisional Lampung yang telah dibangun di Taman Budaya Kota Uluan Nughik sebelumnya dipastikan bertambah.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tubaba Iwan Mursalin, S, Si.,MM, MT yang disampaikan Kabid Cipta Karya, Firmansyah, ST. “Beliau (Ny. Tirto Utomo) berharap rumah kayu tersebut akan menjadi tempat pemberdayaan masyarakat di Tubaba, yang juga bisa dipakai untuk sekolah informal. Pak bupati langsung yang bertemu dengan beliau,”ungkapnya kepada radartuba.com melalui telepon, Jum’at (13/12) sore.

Untuk diketahui, lanjutnya, selain infrastruktur, Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Kesehatan, serta sektor lainnya, Bupati dan Wakil Bupati Tubaba hingga saat ini juga fokus dalam pengembangan kawasan budaya, dengan melakukan pemugaran bangunan tradisional. Konsepnya, bangunan rumah adat berusia puluhan bahkan ratusan tahun dibangun kembali dengan mempertahankan keasliannya.”Dengan adanya pemberian rumah kayu dari Ibu Tirto Utomo, Pemkab Tubaba tentu sangat mengapresiasi atas dukungan beliau terhadap upaya pengembangan kawasan wisata budaya di daerah ini,”imbuh PPK Kegiatan Pelestarian Rumah Adat Tradisional Lampung Dinas PUPR Tubaba ini. (ded)