Petani Singkong Penumangan Rangseki PT Budi Acid Budi Jaya /PT Bumi Starch dan Switeher TBK

29

Radartuba.com, TUBABA-Aksi unjuk rasa masyarakat Himpunan Petani Singkong Tiyuh Penumanagan ( HPSTP ) ke PT Bumi Waras di PT PT Acid Budi Jaya /PT Bumi Starch dan Switeher TBK/ Bumi Waras Tuba Barat Desa Penumangan Baru Kecamatan Tuba Tengah, Tubaba tadi siang.
Mereka menuntut agar perusahaan mempertimbangkan harga singkong yang selama ini dinilai jauh berbeda dengan pabrik lainnya.
Unjukrasa dengan membawa berbagai persoalan ini dikomandoi oleh Sukman dan Masri serta Masyarakat Himpunan Petani Singkong setempat.
Mereka meminta agar pihak perusahaan menstabilkan harga dan potongan dalam pembelian Singkong. Karena sibgkong yang telah berumur 10 bulan sama dengan singkong yang baru berumur 5-6 bulan. Karenanya mereka meminta agar perusahaan menaikkan harga singkong.
“Kami sebagai masyarakat petani singkong khususnya dari Wilayah Desa Penumangan sangat mengeluh atas harga pembelian dan potongan harga oleh pihak Perusahaan. Kami khususnya petani sigkong Tiyuh Penumanagan meminta perusahaan menstabilkan harga dan potongan dalam pembelian singkong,”katanya seraya meminta agar pihak perusahaan tidak semena-mena dalam menetapkan harga.
Sementara itu, Perwakilan PT, Dodi, menyatakan bahwa pihaknya hanya menjalankan perintah dari Pimpinan PT di pusat tentang apa yang menjadi keputusan perusahaan termasuk harga dan potongan serta target pembelian singkong dari petani.
– Adapun Petunjuk dan Perintah dari Pimpinan adalah harga Singkong yang di beli dengan harga Rp 1000/Kg dengan rincian Jika Kadar Aci : 20 potongan 16%,Kadar Aci : 18-19 potongan 20% serta Kadar Aci : 16-17 potongan 25%.
Dodi juga mengakui jika pihaknya sangat minim pengawasan dalam pembelian singkong, bahkan ada pihak penjual singkong dengan mencampur singkong dengan tanah agar timbangannya menjadi berat. (fei)