Lagi, Pemkab Diminta Tidak “Tutup Mata” Terhadap ODGJ

26

Radartuba.com, TUBABA– Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) melalui instansi terkaitnya diminta untuk tidak “tutup mata” terhadap keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), terutama yang berkeliaran di beberapa wilayah di daerah setempat, hingga ke jalan-jalan bahkan ke pemukiman warga. Sebab, ODGJ membutuhkan penangan khusus dengan harapan dapat kembali normal dan menjalani kehidupannya bersama dengan masyarakat lainnya.

“Jika tetap dibiarkan, keberadaan ODGJ sangat dikhawatirkan dapat meresahkan masyarakat karena tidak hanya di jalan-jalan, tapi ada (ODGJ) yang berkeliaran hingga ke pemukiman warga. Ini bukan kami memojokkan posisi dan kondisi mereka, tapi kami sangat berharap ada solusi dari pihak terkait khususnya pemerintah agar mereka ditangani layaknya ODGJ lainnya,”ungkap Juwaini (39), warga Gedung Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Udik saat berbincang-bincang dengan radartuba.com, Minggu (1/12).

Harapan yang dilontarkannya tersebut bukan tanpa alasan, sebab dia secara langsung menyaksikannya bahkan sempat bertindak spontan terhadap salah satu ODGJ yang kebetulan menghampiri kediamannya beberapa hari yang lalu. ODGJ tersebut diketahui berinisial S, usia sekitar 30-an tahun dan sering melintas di jalan protokol kabupaten, mulai dari Tiyuh Penumangan hingga Pasar Panaragan Jaya. Bahkan sering terlihat nongkrong di Tugu Megow Pak di Leter S Panaragan, Simpang Tiga Panaragan, depan Lapangan Panaragan Jaya, dan di sekitar Pasar Panaragan Jaya. 

Bahkan beberapa warga juga pernah melihatnya nongkrong dan tidur-tiduran di depan gerbang Komplek Kantor Bupati Tubaba. Ironisnya, dia berkeliaran tanpa memakai sehelai benangpun alias bugil.”Saya sempat kaget, apalagi dia saat itu dalam kondisi telanjang dan badannya terlihat sangat lusuh. Spontan saja saya ajak dia mandi dan kebetulan dia menurutinya. Lalu saya berikan pakaian dan makan, bahkan sempat saya ajak berkomunikasi. Melihat kondisinya timbul rasa iba dan prihatin, apakah selama ini memang tidak ada yang peduli dengan kondisi dia,”ujarnya penuh tanda tanya.

BACA JUGA:  Besok, 163 JCH Tubaba Berangkat ke Tanah Suci

Melihat kondisi ini, lanjutnya, selain peran aktif masyarakat terutama keluarga, Pemerintah Daerah tentu memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam penanganan ODGJ. Paling tidak, menurutnya, berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk mencari solusi terbaik dalam rangka penanganan ODGJ tersebut.”Itu adalah salah satu contohnya, dan saya rasa masih ada ODGJ lainnya yang juga membutuhkan penanganan dan rehabilitasi. Kami selaku masyarakat sangat prihatin melihat itu, dan berharap ada perhatian dari pemerintah daerah melalui instansi terkait,”tegasnya yang juga merupakan Penasehat PWI Tubaba ini. (ded)