Petani Beralih Tanam Dari Padi ke Sayuran

3

Radartuba.com, TULANG BAWANG BARAT-Sejumlah petani di Tiga Kecamatan,yaitu di Kecamatan Tumijajar,Kecamatan Tulang Bawang Tengah dan Kecamatan Tulang Bawang Udik, kini beralih mengembangkan tanaman sayuran karena lahan garapan pertanian pangan kekeringan akibat kemarau panjang sejak dua bulan terakhir.
“Kami lebih mengembangkan pertanian sayuran karena menguntungkan dibandingkan tanaman padi yang mengalami kekeringan,” kata Warsito, seorang petani di Desa Marga Kencana, saat di wawancarai Radar Tuba Kamis (28/11).
Menurutnya, pengembangan pertanian sayuran tidak begitu banyak memerlukan pasokan air juga permintaan pasar cukup tinggi. Petani cukup membasahi tanaman pagi dan sore, sehingga tanaman sayuran tumbuh hingga panen.
Para petani mengembangkan tanaman sayuran itu dengan memanfaatkan lahan persawahan yang tidak ditanami padi akibat kekeringan. Tanaman sayuran setelah 40 hari dapat dipanen. “Kami dan petani lainnya di sini mengembangkan sayuran paria, kacang panjang, dan ketimun,” katanya.
Menurut dia, saat ini harga sayuran relatif bagus dan menguntungkan karena di tingkat petani mencapai Rp 6.000 per kg. Produksi tanaman sayuran jika panen bisa menghasilkan sebanyak dua Kwintal per petak selama sepekan. Apabila, petani menjual sebanyak dua kwintal dengan harga Rp 6.000 per kg maka pendapatan petani sebesar Rp 1,2 juta.
“Kami setiap pekan bisa menjual produksi sayuran jenis ketimun dan kacang panjang ke Pasar ,” ujarnya.
Petani lainnya Suhari, dari Desa Makarti, Kecamatan Tumijajar, mengatakan sebagian besar petani pada musim kemarau meninggalkan padi sawah karena mengalami kekeringan.
Sebab areal persawahan tidak cocok ditanami padi karena kekeringan hingga terlihat petak-petak sawah tanahnya terbelah. Karena itu, petani lebih memilih tanam ketimun dan kacang panjang karena sudah ditampung oleh tengkulak.
“Kami sekali musim panen bisa mendapatkan sekitar Rp 10 juta dari empat petak itu,” katanya.
Ia berharap Kepada Pemerintah Tulang Bawang Barat melalui dinas terkait agar dapat memperhatikan nasib petani,karena air yang mereka butuhkan seperti Bantuan sumur BOR untuk keberlangsung hidup mereka,”Ya pak kami memohon kepada pak bupati agar dapat memberi bantuan sumur BOR,sebab kalau mau mengambil air sangat jauh sekali,”Harapnya.(san)