SMPN 1 Banjar Agung Jadi Tuan Rumah Deklarasi SRA Dan Pelatihan KHA

14
Kadisdik Tuba Nasaruddin SH, MH mendampingi Fasilitator Nasional DR. Sowiyah M. Pd, mendatangi SMP N 1 Banjar Agung Kabupaten Tulangbawang yang menjadi tuan rumah Sosialisasi dan Deklarasi (SRA) serta Pelatihan (KHA). Foto Ist For Radar Tuba

Radartuba.com, TULANGBAWANG – Bupati Tulangbawang (Tuba) yang diwakilkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Nasaruddin SH, MH mendatangi SMP N 1 Banjar Agung Kabupaten Tulangbawang yang menjadi tuan rumah Sosialisasi dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) serta Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA),Rabu (13/11)

Hadir dalam acara ini, Kadisdik Tuba Nasaruddin SH,MH, Fasilitator Nasional DR. Sowiyah M. Pd, Kepala Dinas Kesehatan Fatoni S. Kep, M.M, Kejaksaan Menggala, Kodim 0426/TB, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Camat, Komite, Dewan Guru, serta seluruh Siswa-siswi SMP N 1 Banjar Agung.

Dalam sambutannya Bupati Tulangbawang yang diwakilkan Kadis Pendidikan Nasaruddin SH, MH mengatakan, Saya pada kesempatan kali ini menyampaikan permohonan maaf dari ibu Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE, MH bahwa pada hari ini beliau sedang ada di Jakarta karena bersamaan waktunya adalah rapat kerja nasional (rakernas) Kementerian Dalam Negeri dengan Menteri barunya yaitu Jenderal Tito Karnavian yang mana acara tersebut tidak bisa diwakilkan dan beliau harus ada di Jakarta bersama beberapa pejabat fungsional Pemerintah Kabupaten Tulangbawang.

“Anak merupakan Generasi penerus bangsa penentu kualitas sumber daya manusia Indonesia yang akan menjadi pilar utama pembangunan nasional sehingga perlu dilindungi dan dipenuhi hak-haknya agar dapat hidup tumbuh dan berkembang dalam satu lingkungan yang layak anak. pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pendidikan sudah diatur dalam pasal 28, 29 dan 31 yaitu pendidikan adalah salah satu model terpenting bagi manusia dalam bertahan hidup karena melalui pendidikan berbagai ilmu dan pengetahuan bisa didapatkan pendidikan Harus dapat diakses oleh setiap anak.
Oleh karena itu pemerintah harus menjamin keberpihakan kepada peserta didik yang memiliki hambatan fisik maupun mental hambatan ekonomi dan sosial kasus kekerasan terhadap anak tidak ada habisnya sebagai sorotan media karena kasus ini merupakan fenomena sosial yang sangat memprihatinkan, untuk itulah saya berharap peran masyarakat dan tenaga pendidik sekaligus peran keluarga untuk melindungi anak dari lingkungan yang terkadang tidak ramah atau tidak layak bagi anak itu sendiri,”ujarnya
.

Kemudian tujuan Deklarasi Sekolah Ramah Anak adalah memberikan pemahaman tentang langkah-langkah mengembangkan pelayanan sekolah ramah anak, menjamin dan melindungi hak anak melalui lingkungan sekolah.

BACA JUGA:  Dinas Pendidikan Tuba Selenggarakan Diklat PKP Berbasis Zonasi

Dalam rangka memenuhi salah satu indikator Kabupaten layak anak konsep sekolah ramah anak di definisikan sebagai program untuk mewujudkan kondisi aman, bersih, dan sehat.
Menjamin pemenuhan hak perlindungan anak dari kekerasan diskriminasi dan perlakuan salah lainnya, selama anak berada di satuan pendidikan serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan kebijakan pembelajaran dan pengawasan.

“Sekolah ramah anak bukanlah membangun sekolah baru namun kondisikan sebuah sekolah menjadi nyaman bagi anak serta memastikan sekolah memenuhi hak anak dan melindunginya karena sekolah menjadi rumah kedua bagi anak setelah rumahnya sendiri, Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat dan semua untuk bersama-sama mewujudkan Kabupaten Tulangbawang menjadi Kabupaten layak anak yang ditandai salah satunya dengan adanya sekolah ramah anak kegiatan pelatihan Konvensi hak anak dan sekolah ramah anak ini dapat memberikan informasi terbaik untuk para pendidik guru penyelenggara pendidik dan anak-anak di Kabupaten Tulangbawang dalam mewujudkan Kabupaten layak anak,”harap Nasaruddin

Lebih lanjut, Kepala sekolah SMPN 1 Banjar Agung Yenny Sofyan, S.T, M.Pd mengatakan, kegiatan pendidikan sekolah ramah anak yang mengharuskan adanya 1 hari belajar diluar kelas sudah kami terapkan sejak tanggal 7 November 2019, kami berharap dengan dipilihnya SMP Negeri 1 Banjar Agung menjadi sekolah ramah anak Kami berkomitmen untuk menuju sekolah ramah anak yang aman, bersih, sehat, peduli dan berbudaya. lingkungan serta menghargai dan mendukung hak-hak anak melindungi dari kekerasan dan lainnya.

“Dengan kehadiran Bapak Ibu kesini kami berharap mudah-mudahan sarana prasarana gedung bisa diberikan akses untuk lebih memajukan SMPN 1 Banjar Agung, kehadiran ibu bapak pada hari ini kami berharap agar sering sering datang mengunjungi kami untuk melihat sehingga kami bisa lebih bermangat lagi untuk mewujudkan siswa-siswi berkarakter yang memiliki integritas tinggi siap untuk bersaing dalam dunia usaha,”ungkapnya. (mad)