Kinerja Damkar Dinilai Lambat dan Tidak Siap, Sujatmiko : Kendala di Lapangan Diluar Dugaan

10

Radartuba.com, TUBABA– Terkait kinerja Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang dinilai lambat dan terkesan tidak siap dalam memadamkan kobaran api yang nyaris membumi hanguskan rumah warga di Tiyuh Panaragan Jaya Indah, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Senin (11/11) malam, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol-PP) Drs. Sujatmiko menyebut hal itu diluar dugaan pihaknya.

Hal ini dikatakannya saat dikonfirmasi Radar Tuba melalui telepon, Selasa (12/11) siang sekitar pukul 12.00 WIB. Bahkan, Sujatmiko tidak menyangka unit damkar yang terjun ke lokasi kebakaran mengalami kendala, sebab menurutnya baru saja dilakukan penyervisan terhadap mobil damkar tersebut.”Dua unit mobil damkar baru saja di servis, bahkan barusan dibayar (biaya servis), makanya kendala yang terjadi di lokasi diluar dugaan kami,”kilahnya.

Dia menyatakan, unit damkar seharusnya sudah dalam kondisi siap, meskipun diakuinya unit damkar yang terjun ke lokasi kebakaran tersebut memang mobil lama yang menggunakan mesin alkon untuk menyemprotkan air, sebab mesin yang ada sudah rusak sejak sebelum damkar bergabung dengan SatPol-PP. Selain itu, lanjutnya, di hari yang sama dan di jam yang hampir bersamaan juga terjadi kebakaran lahan di dua titik, yakni di perkebunan karet di PT. HIM dan kebun sawit di Tiyuh Karta Kecamatan Tulang Bawang Udik. 

BACA JUGA:  Jalan Provinsi Rusak Parah Dikeluhkan, Pemkab Ambil Langkah Darurat

“Saat kebakaran rumah di Panaragan Jaya Indah, mobil yang bagus masih berada di areal PT. HIM sehingga mobil cadangan yang ada di Pos Panaragan Jaya yang diterjunkan. Tapi ketika sudah masuk ke lokasi, baru menyemprotkan air satu kali mesin alkonnya sudah ngadat (macet) dan juga kehabisan bensin. Disamping mengusahakan agar unit damkar tersebut dapat berfungsi dengan baik, kami memang sebelumnya sudah meminta bantuan juga ke pihak  Damkar Pemda Tulang Bawang dan mereka terjun membantu hingga api padam,”bebernya.

Kejadian tersebut tentu menjadi sebuah pengalaman sekaligus pelajaran yang diharapkan tidak terjadi lagi di waktu-waktu mendatang. Terlebih usia armada damkar milik Pemkab Tubaba sudah terbilang tua, dan sangat jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lainnya yang sudah menggunakan peralatan canggih.”Yang jelas kita akan berusaha untuk memaksimalkannya. Tahun depan akan kita usulkan penambahan armada damkar,”pungkasnya. (ded)