Mantan Preman Jadi Ustad

31

Radartuba.com, TULANGBAWANG BARAT- Hidup di jalanan membuat lelaki ini berkubang kesesatan. Ustad Muslim yang pernah menjadi Preman penguasa dimana – mana ini akhirnya menerima hidayah Allah SWT. Kini beliau menjadi sorang ustad disisa hidupnya yang akan dihabiskannya untuk berdakwah.Berkat pengalaman religinya hingga mengantarkannya seperti sekarang ini.
“Ya Hidayah itu yang bisa merubah hidup seseorang,dan alhamdulillah Allah masih sayang dengan diri saya”Ujar Ustad Muslim saat di wawancarai Harian Radar Tuba Minggu (10/11) di kediamannya.
Dia mengatakan, dirinya bergelut dengan dunia kelam,tidak ada kejahatan yang tak pernah dilakoninya.Saking parahnya, ia pun menjadi orang yang paling dibenci oleh warga di lingkungannya. “Tidak sedikit orang mencibir dan mencaci maki dengan kelakuan saya pada saat itu. Sampai diri saya terpaksa harus berurusan dengan hukum. Bahkan saya pun harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan saya”,katanya.
Singkat cerita, selepas menghirup udara bebas , dan pada suatu malam ia bermimpi kalau dirinya didatangi orang tua beliau,didalam mimpi tersebut ia disuruh ambil sebuah sajadah dari mimpi tersebut hidayah itu turun seketika itu sholat.”Di situ hati saya mulai terbuka dan mau mempelajari lebih dalam lagi tentang agama”,terangnya.
Beruntung ia bertemu dengan seorang jemaah tabligh (jaulak) hingga akhirnya masuk kealiran tersebut yang membimbingnya mengenai agama Islam, sampai akhirnya dirinya bisa seperti ini.Hidayah tentang agama yang didapatnya sekarang ternyata juga ingin ditularkan kepada orang-orang yang saat ini berada di dalam tahanan. Karena itu, dirinya diminta oleh kepolisian memberi tausiah,Karena dirinya tahu bagaimana rasanya hidup terpenjara. “Saya selalu menceritakan kepada mereka tentang kehidupan saya sebelumnya, dengan harapan mereka juga bisa bertobat dan kembali ke jalan yang lurus,” harapnya.
Menurutnya, jangan memandang orang yang didalam tahanan itu adalah kriminal. Sebab mereka itu adalah calon-calon orang yang bertaubat. “Karena diluar mereka belum tentu shalat, kalau di dalam aktifitas mereka terbatas,” ujarnya.(san/nta)