TPQ Baitul Makmur Panaragan Jaya Utama, Raih Juara Kategori Dacil

17
SSUCv3H4sIAAAAAAAEAJ2RwW6EIBCG7036DoazJqISbF9l08MIU3eyrjSA22w2vntBJOHcG//3M8P8w+v9rarYBI4U+6xeUQVNy7I5b8GTWQPm9clRkzeWYAmwjWw/HOY8+M2hiy1OpMDjHO4meNbndy5JV9k4zFARLMbqgrltOlhGe/3vynT4ylFgxlU9j4GLIBYXhBTkkq6y269Hey+jPUijKTRsmkyR8mEULLGgLzr/WFK0zkWZ8Ve05cbCys29AKvxxyRnMKbDSqPkPR+7tu/FwMUgpRg7lr/BqBvpctb0M1cKln0WnHTshEpy3irRoBx0M2jgzcS776YT/QeMXMpWi7DB/Q9MBNfxJgIAAA==

Radartuba.com, TULANGBAWANG BARAT—-Taman Pendidikan Alquran Masjid Baitul Makmur, Panaraganjaya Utama, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) berhasil memperoleh juara untuk kategori dai cilik yang di selenggarakan oleh Forum Komunukasi Pendidikan al quran ( FKPQ) Kecamatan Tulangbawang Tengah.

Kegiatan dalam rangka menyambut hari santri tahun 2019 ini di pusatkan di Masjid Jami Nurul Huda berlangsung hari Minggu (13/10) berlangaung cukup meriah yang di ikuti oleh Seluruh TPQ se-Kecamatan Tuba Tengah.

Yora Laqif Arrazi, santri berusia 7 tahun berhasil mengharumkan nama TPQ Masjid Baitul Makmur PanaraganJaya Utama dengan tampil sebagai juara harapan 1 untuk kategori dai cilik. Kemudian untuk kategori dai remaja masjid Baitul Makmur juga berhasil meraih juara 2 dan 3 atas nama Yollanda Agustina dan Alif Auliya.

Ust Jinarwi, pengelola TPQ Masjid Baitul Makmur mengungkapkan rasa syukur atas raihan yang di raih santri TPQ Baitul Makmur ini karena dengan waktu persiapan yang singkat mampu menorehkan prestasi. “Anak-anak baru kita siapkan untuk mengikuti dacil baru beberapa hari ini. Alhamdulillah dengan hasil ini patut kita berikan apresiasi yang tinggi,”ujar Ust Jinarwi. Terlebih lagi untuk kategori dai cilik, TPQ Baitul Makmut mengirimkan santrinya yang masih berumur 7 tahun,”harapanya akan tumbuh menjadi dai sebagai generasi penerus.

BACA JUGA:  Tubaba Go, Upaya Wujudkan Kota Cerdas Berbasis Digital

Sementara itu Pembina Masjid Baitul Makmur saat di hubungi media ini mengungkapkan rasa syukurnya atas apa yang telah di raih oleh TPQ-nya. Menurutnya menang dan kalah dalam setiap perlombaan itu hal yang biasa,”kita tanamkan pendidikan karakter pada anak-anak mulai dari TPQ,”ujar Susilo Aris Nugroho. (fei/rls).