Lestarikan Menu Masakan Daerah, Pemkab Datangkan Narasumber dari Meranjat-Sumsel

26

Radartuba.com, TUBABA– Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar Pelatihan Produk Olahan Ikan di Sessat Agung bumi Gayow Ragem Sai Mangi Wawai, Komplek Islamik Center Tubaba, Selasa (8/10). Pelatihan yang diikuti ibu-ibu kader PKK tersebut mendatangkan narasumber dari Desa Meranjat, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Diketahui, Desa Meranjat selama ini dikenal sebagai salah satu sentra makanan olahan berbahan baku ikan, seperti pindang dan kerupuk kemplang. Kehadiran narasumber dari Desa Meranjat sekaligus merupakan kunjungan balasan, dimana beberapa waktu lalu Bupati Tubaba Hi.Umar Ahmad,SP beserta rombongan singgah ke desa tersebut dalam rangka Survey Pendokumentasian Museum Etnografi Sumatera yang rencananya akan dibangun di Tubaba.

Berdasarkan pantauan, kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Tubaba Hi. Umar Ahmad, SP dan  Wakil Bupati Fauzi Hasan, SE, MM. Kemudian Ketua TP-PKK Tubaba, Hj. Cornelia Umar beserta segenap jajarannya, para kepala OPD, dan TP PKK Kecamatan se-Tubaba.”Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat di daerah ini dalam mengolah produk olahan ikan, dalam upaya melestarikan menu masakan daerah yang salah satunya yang berbahan baku ikan,”singkat Cornelia Umar, Ketua TP-PKK Tubaba.

BACA JUGA:  Rekrut Pendonor Pemula, PMI Tubaba Gelar Donor Darah di Sekolah

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Meranjat, Trisnawati, yang langsung hadir pada pelatihan tersebut menjelaskan, bahwa kunjungan mereka adalah dalam rangka berbagi ilmu tentang cara pengolahan bekasam dan pindang, serta untuk menjalin silaturahmi balasan atas kunjungan Bupati Umar Ahmad sebelumnya.

Trisnawati menambahkan, makanan dengan bahan olahan makanan ikan yang mereka bawa ke Tubaba antara lain bekasam berbentuk ikan gabus dan toman, sambal, kerupuk kemplang dan sebagainya. Dia berharap agar pengetahuan tentang cara pembuatan makanan tersebut dapat ditularkan kepada masyarakat di Tubaba.(rls/ded)