Polres Tuba Tangkap Tersangka Asusila Terhadap Pelajar

13

Radartuba.com, TULANGBAWANG—Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tulangbawang (Tuba) berhasil mengungkap tersangka tindak pidana asusila terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah hukumnya.

Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra, SH, SIK mewakili Kapolres Tuba AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, perbuatan asusila tersebut terjadi hari Senin (19/08/2019), sekira pukul 05.30 WIB, di Tiyuh Marga Jaya Indah, Kecamatan Pagar Dewa.

“Terungkapnya perbuatan asusila yang dilakukan oleh tersangka, berdasarkan laporan dari SU (44), berprofesi tani, warga Tiyuh Gilang Tunggal Makarta, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat yang merupakan bapak kandung dari korban RN (14), berstatus pelajar,” ungkap AKP Sandy, Kamis (03/10/2019).

Pelapor baru mengetahui kalau anak kandungnya tersebut telah menjadi korban perbuatan asusila yang dilakukan oleh tersangka, setelah saksi Rusmin (40), berprofesi tani, warga Tiyuh Gilang Tunggal Makarta, memberitahukan kepadanya.
Yang mana pada hari kejadian, korban mengikuti kegiatan olah raga maraton di Tiyuh Marga Jaya Indah, setelah diberitahukan oleh saksi, pelapor langsung bertanya kepada korban dan korban menjawab bahwa dirinya telah dipaksa oleh tersangka untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Pelapor pun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Tuba.

BACA JUGA:  Sempat Melawan, DPO Curat Berhasil Diringkus Polisi

Berbekal laporan dari korban, petugas kami langsung mencari keberadaan pelaku, ternyata pelaku sudah tidak berada lagi di rumahnya. Namun pelaku berhasil ditangkap di Jalintim (jalan lintas timur), Kampung Lebuh Dalem, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tuba.

“Adapun identitas pelakunya yaitu Paimin als Paryanto (45), berprofesi tani, warga Tiyuh Marga Jaya Indah, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat,” ungkap AKP Sandy.

Saat tersangka sudah ditahan di Mapolres Tuba dan akan dijerat dengan Pasal 81 ayat (1),(2) Jo Pasal 76D dan atau Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 Miliar.(fei/rls)