Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Fauzi Hasan : Perkokoh Nilai-nilai Pancasila

17

Radartuba.com, TUBABA- Wakil Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Fauzi Hasan, SE, MM, mengajak masyarakat dan semua pihak agar menjadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkokoh nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, sekaligus mengingatkan bahwa Ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan falsafah kehidupan yang harus dan terus diperkuat. 

Hal itu disampaikannya saat pidato pada Upacara Peringatan Hati Kesaktian Pancasila yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati, Selasa (1/10) pagi. Fauzi Hasan juga mengajak seluruh warga masyarakat di Tubaba khususnya termasuk Aparatur Sipil Negara dan Pemerintahan yang ada untuk selalu mensosialisasikan semangat menjaga persatuan dan kesatuan agar tidak mudah terprovokasi dan terpecah belah, sebab perlu disadari bahwa kedepan tantangan yang dihadapi akan semakin berat.

“Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia membawa sebuah konsekuensi bahwa nilai-nilai yang terkandung didalamnya telah menjadi landasan pokok sekaligus landasan fundamental dalam berkehidupan di Indonesia, sehingga masa depan generasi kita akan terus kuat, bersatu padu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika dan memiliki semangat kebersamaan untuk mewujudkan keberhasilan di masa-masa mendatang,”jelasnya. 

Menurut Fauzi, setidaknya ada beberapa nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pancasila yang wajib dipahami, antara lain adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan sosial.”Sebagai contoh pada Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung nilai dasar bahwa warga negara Indonesia percaya serta takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama serta kepercayaannya masing – masing,”ulasnya

BACA JUGA:  Pendamping Tiyuh Program Mantra Tubaba Verifikasi 13.729 RTS

Wabup juga mengimbau agar semua warga bisa saling hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dan para penganut kepercayaan walaupun berbeda-beda, serta saling menghormati kebebasan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama serta kepercayaan masing – masing. 
“Untuk kerukunan kita sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, jangan sampai kita memaksakan suatu agama atau kepercayaan terhadap orang lain. Sebagai Warga Negara Indonesia yang baik tentunya mempunyai sikap toleransi antar umat beragama lain, tidak bersikap rasis terhadap pemeluk agama yang berbeda kepercayaan, itulah amanat leluhur pejuang kemerdekaan Indonesia,”pungkasnya. (ded)