Poltekkes Lakukan Penelitian Gizi Ibu Hamil di Tubaba, Dr. Sudarmi, S.ST, M.Kes : Bagaimana Agar Seruit Memenuhi Nilai Gizi

120

Radartuba.com, TUBABA-Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Tanjung Karang-Lampung melakukan penelitian gizi ibu hamil di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Menariknya, penelitian yang akan berlangsung selama 1 (satu) bulan kedepan ini menjadikan Seruit (makanan lokal khas Lampung) sebagai objeknya dengan melibatkan puluhan ibu hamil sebagai responden dan sejumlah bidan selaku petugas lapangan yang melakukan pendampingan dalam kegiatan penelitian tersebut (enumerator).

Para responden tersebut berasal dari 6 (enam) tiyuh pribumi yang berada di wilayah bantaran Sungai Way Kiri, yakni Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Gunung Katun Malay, Karta, Gedung Ratu, Menggala Mas, dan Panaragan. Dipilihnya tiyuh pribumi tentu mengingat bahwa seruit atau nyeruit merupakan kebiasaan penduduk pribumi, meskipun saat ini seruit semakin disukai oleh berbagai kalangan.

Hasil pantauan, kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Poltekkes Tanjung Karang di Tubaba ini diawali dengan kegiatan Penyuluhan Gizi Seimbang Untuk Ibu Hamil dalam rangka Penelitian Kerjasama Dalam Negeri (PKDN). Kegiatan yang fokus membahas tentang pentingnya asupan gizi seimbang untuk ibu hamil ini berlangsung di Puskesmas Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Senin (16/9). Pembicara dalam penyuluhan ini diantaranya, Dr. Sudarmi, S.ST, M.Kes (Kepala Jurusan Kebidanan Poltekkes Tanjung Karang), Dr. dr. Khairunnisa Berawi, M.Kes, AIFO (Dosen FK Unila), dan Bertalina, SKM, M. Kes (Dosen dan Ahli Gizi Poltekkes Tanjung Karang).

Saat ditemui seusai membuka kegiatan penyuluhan tersebut, Direktur Poltekkes Tanjung Karang, Warjidin Aliyanto, SKM, M.Kes, menyebutkan bahwa, berdasarkan data tahun 2017 sebanyak 26,7 persen ibu hamil di Tubaba mengalami salah satu masalah gizi, yakni Kekurangan Energi Kronik (KEK). Hal itu pula yang menjadi salah satu latar belakang dilakukannya penelitian tersebut.”Penelitian ini juga dilakukan seiring dengan isu nasional di bidang kesehatan, salah satunya mengenai gizi ibu hamil,”ungkapnya.

Menurutnya, asupan gizi pada ibu hamil menjadi faktor penting baik untuk pemenuhan nutrisi ibu hamil ataupun untuk pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.”Jika kekurangan gizi akan berpengaruh pada anak ketika lahir nanti. Makanya, Tubaba yang dilintasi sungai menjadi potensi sumber protein yakni ikan dan jika itu di konsumsi dengan baik tentu tidak akan kekurangan gizi. Jadi, Seruit jangan hanya terong dan timun,”ulasnya.

BACA JUGA:  Tunggu Pelantikan Presiden, Peresmian JTTS Terbanggi Besar-Pematang Panggang Ditunda

Hal senada juga diungkapkan Kepala Jurusan Kebidanan Poltekkes Tanjung Karang, Dr. Sudarmi, S.ST, M.Kes saat ditemui di sela-sela kegiatan. Dia menegaskan, asupan energi selama masa kehamilan menjadi penentu kesehatan ibu hamil dan juga janin di dalam kandungannya. Asupan energi dari makanan yang sehat dan bernutrisi dapat berdampak positif untuk tubuh, namun juga bisa menjadi masalah ketika asupan nutrisi tidak diperhatikan.

Artinya, lanjut dia, status gizi menjadi salah satu aspek penting yang dapat menjadi penentu apakah ibu hamil bisa melewati masa-masa kehamilannya dengan baik tanpa gangguan apapun ataupun tidak. “Salah satu permasalahan gizi ibu hamil yang sering sekali terjadi yaitu KEK, sehingga dapat berdampak juga pada kesehatan janin yang dikandungnya. Dan penelitian yang kami lakukan ini adalah bagaimana agar kebiasaan nyeruit juga dapat mendukung peningkatan asupan gizi bagi ibu hamil,”terangnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, penelitian yang dilakukan tersebut bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Intervensi Pendampingan Pemberian Makanan Lokal (Seruit) melalui Penerapan Interprofessional Education-Collaborative Practice (Ipe-Cp) pada Ibu Hamil Tm3 (Trimester ketiga) terhadap Status Gizi Ibu di Kabupaten Tubaba.”Waktu yang diperlukan untuk pendampingan ini selama 30 hari,”terangnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, masing-masing responden akan disuplai makanan (seruit) sesuai dengan standar yang bisa memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil. Artinya, melalui kegiatan penelitian ini, responden diberi kesempatan untuk mendapat pendampingan konsumsi seruit dan edukasi tentang gizi seimbang.”Sebelumnya akan dilakukan penimbangan berat badan. Selama penelitian juga akan diamati dan dipantau, ada perubahan atau tidak selama penelitian ini berlangsung. Intinya, bagaimana agar makanan khas Lampung ini memenuhi nilai gizi yang dibutuhkan khususnya pada ibu hamil,”tukasnya. (ded)