30 Persen Sapi Betina Produktif Alami Hypofungsi Ovaria Saat Kemarau

13

Radartuba.com, TUBABA– Pada musim kemarau seperti saat ini, Sapi Betina Produktif sering mengalami Gangguan Reproduksi (Gangrep), salah satunya adalah Hypofungsi Ovaria. Di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), sekitar 30 persen dari populasi yang ada juga mengalami itu. Hal tersebut berakibat pada reproduksi Sapi yang menjadi lambat, bahkan berpengaruh pada Calving Interval (Jarak Kelahiran) ideal hewan jenis Ruminansia (pemamah biak) tersebut.

Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Tubaba drh. Nazaruddin melalui Kasi Kesehatan Hewan drh. Irwan Sutrisno menjelaskan, Hypofungsi Ovaria ditandai tidak jelasnya waktu birahi pada hewan tersebut.”Kadang mengalami birahi, ketika dikawinkan atau disuntik dengan Inseminasi Buatan (IB) tidak berhasil hingga berkali-kali. Ada juga yang jarak kelahiran sudah lama tapi tidak juga birahi sehingga tidak kawin dan tidak bisa di suntik IB. Itu gejala dari Hypofungsi Ovaria,”ungkapnya kepada radartuba.com, Senin (9/9).

Menurutnya, gangrep Hypofungsi Ovaria rentan dialami Sapi betina saat musim kemarau, sebab gangrep ini erat kaitannya dengan manajemen pakan atau nutrisi bagi hewan ternak tersebut.”Ketersediaan pakan hijauan berkurang saat musim kemarau, sedangkan kandungan nutrisi pada pakan hijauan sangat mempengaruhi hormon atau tingkat kesuburan pada Sapi. Makanya, pada musim kemarau seperti saat ini Hypofungsi Ovaria menjadi gangrep utama pada Sapi betina produktif,”ulasnya.

Bahkan menurutnya, meskipun manajemen pakan ataupun nutrisi cukup baik, jika tidak dilengkapi dengan pakan hijauan tetap mempengaruhi reproduksi. Setidaknya, kata dia, berpengaruh pada calving interval.”Idealnya, siklus reproduksi untuk Sapi betina produktif itu 1 tahun 1 anak, dan birahinya normal. Tapi jika terkena Hypofungsi Ovaria bisa mundur dari angka ideal tersebut, bisa 18-24 bulan hanya 1 anak saja, karena setelah anak disapih umur 7 bulan kadang induknya tidak birahi,”terangnya.

BACA JUGA:  Disnak Tubaba Pastikan Stok Daging Aman Hingga Lebaran

Salah satu cara jika sudah mengalami Hypofungsi Ovaria adalah dengan memperbaiki manajemen pakan dan pemberian multivitamin dengan rutin, serta penambahan pakan konsentrat. Namun, lanjut Irwan, manajemen pakan ini sebenarnya bisa disiasati sejak dini agar ketersediaan pakan hijauan tetap terjamin meski musim kemarau.”Peternak bisa memanfaatkan pekarangan atau lahan kosong untuk ditanami jenis tumbuhan untuk pakan ternak, misalnya glagahan dan rumput gajah. Jadi, ketika kemarau dan rumput semakin berkurang, bisa diganti dengan tanaman tersebut,”ujarnya.

Mengenai langkah yang dilakukan oleh Disnak Tubaba dalam mengatasi gangrep tersebut, Irwan menyatakan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemeriksaan pada Sapi yang terindikasi mengidap Hypofungsi Ovaria.”Pemeriksaan rutin kami lakukan untuk memastikan penyebab gangrep. Kebanyakan gangrep Hypofungsi Ovaria, sedangkan yang diakibatkan bakteri atau lainnya sangat minim. Yang jelas, selain pemberian multivitamin dan tambahan konsentrat, manajemen pakan memang benar-benar harus terjaga,”pungkasnya. (ded)