Hidup Sebatang Kara dan Lumpuh, Mbah Sainem Dapat Kursi Roda dari Dissos Tubaba

26

Radartuba.com, TUBABA-Dinas Sosial (Dissos) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) kembali mengunjungi Mbah Sainem, warga Tiyuh Tirta Makmur, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kamis (5/9). Dalam kunjungannya kali ini, Dissos Tubaba memberikan bantuan berupa kursi roda dan paket sembako kepada nenek berusia 70 tahun ini.

Kepala Dissos Tubaba, M.Rasidi, SH mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu sudah mengunjungi Mbah Sainem guna memastikan kondisinya, sekaligus memberikan bantuan berupa buffer stock dan sembako.”Melihat kondisinya, beliau membutuhkan kursi roda untuk membantu dia bergerak. Makanya kedatangan kami hari ini memberikan kursi roda dan juga sembako,”ungkapnya kepada radartuba.com, usai mengunjungi Mbah Sainem.

Pemkab berharap, bantuan tersebut dapat bermanfaat daalam membantu meringankan beban yang dirasakan oleh Mbah Sainem selama ini.”Semoga dengan menggunakan kursi roda ini Mbah Sainem akan lebih nyaman dan lebih terawat dan tidak pergi keluar rumah. Selain itu, kami juga melakukan pendataan terhadap beliau dan rencananya Mbah Sainem akan kita masukkan sebagai peserta penerima bantuan non tunai Program Mantra Tubaba (Maju dan Sejahtera) yang digulirkan Pemkab Tubaba mulai tahun ini,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Tiyuh Tirta Makmur, Sapto, mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkab Tubaba dalam menyikapi kondisi Mbah Sainem yang sangat membutuhkan perhatian dan uluran tangan dari semua pihak tersebut.”Kami atas nama keluarga dan masyarakat mengucapkan terima kasih atas bantuan kursi roda ini. Semoga bermanfaat dengan baik,”singkatnya saat mendampingi Dissos Tubaba menyerahkan bantuan tersebut kepada Mbah Sainem.

Diketahui, Mbah Sainem saat ini hidup sebatang kara di sebuah rumah berukuran 4×5 meter. Kondisi rumah yang ditempatinya juga cukup memprihatinkan. Berdinding geribik, sebagian tiang penyangga lapuk, bahkan lantainya juga masih tanah. Dalam keadaan tersebut, Mbah Sainem tetap berjuang hidup meskipun untuk bergerak saja pun sulit akibat lumpuh yang dideritanya sejak 2 (dua) tahun lalu.

BACA JUGA:  Awas! Pakaian Dinas dan Atribut Tidak Lengkap, Siap-Siap Pisah Barisan

Dalam kesehariannya, Mbah Sainem hanya banyak duduk, karena untuk melangkah dia harus bersusah payah karena mengandalkan tangan sebagai tumpuan badannya (ngesot di lantai). Sungguh miris melihatnya, di usia yang sudah renta harus merasakan penderitaan yang begitu besarnya. Belum lagi terjepit kondisi perekonomiannya yang sangat membutuhkan uluran tangan dermawan.

Satu tahun yang lalu (2018), Mbah Sainem masih ditemani sang suami yang setia mendampingi dan melayaninya dengan penuh kesabaran. Namun, kecelakaan yang dialami sang suami setahun yang lalu mengakibatkannya meninggal. Sejak saat itu, penderitaan Mbah Sainem kian bertambah dan akhirnya hanya mengandalkan belas kasihan dan pemberian dari kerabat maupun tetangga sekitar.

“Saya merasa sangat kehilangan. Dulu sebelum meninggal, suami saya yang selalu menemani dan mengurus semua keperluan saya mulai dari makan sampai mandi pun almarhum yang mengurusnya. Tapi sekarang saya tinggal sendiri,”kenangnya dengan raut wajah penuh kesedihan, saat sejumlah wartawan mengunjunginya beberapa waktu lalu. (ded)