2020, Dinas Peternakan Berencana Luncurkan Pelor S3

574

Radartuba.com, TUBABA- Pemkab Tulang Bawang Barat (Tubaba) akan terus meningkatkan populasi ternak di kabupaten setempat. Salah satunya dengan program Peternak Pelopor Satu Induk Satu Anak Satu Tahun (Pelor S3) yang rencananya akan diluncurkan Dinas Peternakan Kabupaten Tubaba pada tahun 2020 mendatang. Program ini nantinya tidak lagi menggunakan pendekatan teknologi, tetapi dengan pendekatan sosial di masing-masing tiyuh.

“Nanti kita bentuk komunitas peternak pelopor di masing-masing tiyuh. Mereka inilah yang nantinya akan mendorong masyarakat dalam meningkatkan populasi ternak Sapi,”ungkap drh. Nazaruddin, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Tubaba kepada wartawan, Selasa (3/9).

Menurutnya, Peternak pelopor merupakan komunitas peternak yang terdiri dari pelaku usaha, pemerhati ternak, orang cakap, dan hobi beternak, serta paham dalam meningkatkan produksi ternak yang ada di masing-masing tiyuh. “Nantinya, peternak pelopor ini bisa mempengaruhi masyarakat lainnya, menjadi tempat percontohan, memberi solusi, dan tempat belajar masyarakat lainnya dalam beternak, sehingga populasi ternak di Tubaba khususnya Sapi diharapkan dapat meningkat,”terangnya.

Untuk menjalankan program ini, pihaknya tengah menggodok draft regulasinya, sehingga program tersebut nantinya dapat dijalankan dengan payung hukum peraturan bupati,”Kami tengah menggodok draft program ini, kemudian mensosialisasikan kepada masyarakat, dengan harapan pada tahun 2020 mendatang bisa digulirkan. Tapi tentunya kegiatan ini juga tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan pimpinan dan masyarakat di kabupaten ini,”tukasnya.

Dengan program Pelor S3 ini, lanjut Nazar, komunitas peternak pelopor ini bisa mendapatkan bantuan stimulan dari Pemerintah Daerah berupa indukan sapi atau program lainnya yang langsung bersentuhan dengan kegiatan peternakan.”Komunitas Peternak Pelopor ini keanggotaan juga terdiri dari Kelompok Tani dan Gapoktan. Mereka juga bisa mendapatkan stimulan dari pemerintah,”paparnya.

BACA JUGA:  Kepengurusan PWI Tubaba 2019-2022 Dikukuhkan, Edi Zulkarnain Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua

Disinggung mengenai rencana Pemkab Tubaba untuk meningkatkan populasi ternak Sapi pada tahun 2019 dengan menghibahkan indukan Sapi kepada masyarakat di kabupaten setempat dengan alokasi dana senilai Rp1,5 Miliar, Nazar mengatakan program tersebut batal dilaksanakan. Bahkan, item program kegiatan tersebut sudah dihapus dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2019 pada Dinas Peternakan.”Tidak jadi dilaksanakan, baik pengadaan hibah Sapi senilai 1,5 Miliar, maupun pengadaan hibah Ayam Unggul Tubaba senilai Rp1,5 Miliar,”cetusnya.

Batalnya pengadaan hibah Sapi tersebut disebabkan tidak cukup waktu, mengingat pengadaan fisik ternak sangat berbeda dengan pengadaan fisik lainnya.”Kalau fisik ternak banyak tahapan yang dilakukan dari turun lapangan, mencari calon petani calon lokasi, dilakukan penilaian, verifikasi, wawancara penerima, menentukan peternak yang akan menerima, dan baru dilakukan pengadaan Sapinya oleh pihak ketiga. Jadi, pertimbangannya kalau dilaksanakan melalui APBD Perubahan ini waktunya tidak cukup,”jelasnya.

Dana tersebut, imbuhnya, sudah ditata kembali oleh Bappeda dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mendukung program pembangunan lain.”Dana Rp3 Miliar itu sudah tidak ada di Dinas Peternakan sejak Perubahan APBD 2019. Dan sudah ditata kembali untuk mendukung program pembangunan lain di tahun 2019 ini,”pungkasnya.(ded)