Gotong-Royong Warga Gunung Katun, Bersihkan Tempat Bersejarah

261

Radartuba.com, TULANGBAWANG BARAT—-Ratusan masyarakat Tulangbawang Barat (Tubaba), bergotong-royong membabat jalan serta lokasi bersejarah Benteng Sabuk, Bujung Megalo, tepatnya di hilir Tiyuh Gunungkatun, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tubaba.
Gotong-royong kali ini melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan para pemuda Tiyuh Gunungkatun Tanjungan dan Gunungkatun Malai. Gotong-royong dimulai sejak Pukul 06.00 WIB.
Lokasi ini rencananya akan dibangun sebagai salah satu destinasi wisata Bumi Ragem Sai Mangi Wawai. Bahkan, Bupati Tubaba, Umar Ahmad, S.P. telah lima kali mengunjungi lokasi tersebut. “Ini merupakan destinasi wisata baru yang sangat penting untuk dikunjungi,”katanya saat meninjau Benteng Sabuk.
Para tokoh yang ikut bergotong-royong hingga sore kemarin diantaranya Edi Glr. Stan Rajo Tunggal, Stan Sebandar, Stan Pak Mergo, tokoh pemekaran Hoiri Rujungan, dan puluhan tokoh lainnya.
Lokasi yang dibersihkan dengan cara dibabat agar lebih bersih dan nampak sejuk meliputi Lokasi Benteng Sabuk dan juga seberang tebing Bujung Megalo yang direncanakan sebagai jalur utama menuju lokasi petilasan para nenek-moyang terdahulu yang telah membangun tersebut.
Ferdi Glr Stan Sebandar bersama dengan Hoiri Rujungan kepada radarlampung.co.id mengatakan bahwa gotong-royong hari ini merupakan bukti nyata bahwa masyarakat Tiyuh Gunungkatun Tanjungan dan Gunungkatun Malai siap mendukung pemerintah untuk memajukan daerah setempat.
“Ini adalah bukti kekompakan kami dan siap mendukung pembangunan pemerintah guna memajukan Bumi Ragem Sai mangi Wawai ini,”ungkap Ferdi diamini oleh tokoh-tokoh lainnya.
Selain itu, tambah Liyan, tokoh lainnya, masyarakat juga memastikan bahwa siapapun yang datang ke destinasi wisata ini akan mendapat pelayanan yang baik lagi ramah layaknya daerah pariwisata lainnya di Indonesia.
Stan Pak Mergo juga juga memastikan bahwa baik masyarakat Tiyuh Gunung Katun Tanjungan maupun Gunung Katun Malai, akan menjadi salah satu contoh masyarakat Tubaba, yang nemen nedes nerima (Nenemo). (fei).